Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Khamenei Serukan Negara Muslim Bersatu Lawan Musuh Nyata
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (Tasnim News Agency, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Mojtaba Khamenei menyerukan negara-negara Muslim, terutama di Teluk, bersatu menghadapi pihak yang disebutnya sebagai musuh nyata.
  • Ia meminta kerja sama antarnegara Muslim dalam bidang politik, ekonomi, pertahanan, dan menghadapi ancaman keamanan.
  • Seruan persatuan disampaikan saat Iran masih menghadapi dampak perang dan hubungan dengan negara-negara Teluk tetap kompleks.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah kerja sama negara Muslim jadi fokus utama?
Vote Now
1979

Revolusi Islam Iran terjadi. Sejak saat itu, kerajaan-kerajaan Arab di Teluk memandang ideologi revolusioner Iran sebagai ancaman terhadap sistem politik mereka.

sekitar enam bulan lalu

Perang pecah setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran. Khamenei terluka dan Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan tersebut.

Jumat lalu

Khamenei menyerukan masyarakat Iran menjaga kohesi sosial. Ia meminta pejabat pemerintah menghindari pernyataan yang dapat melemahkan semangat dan moral masyarakat.

Minggu (30/8/2026)

Khamenei menyerukan negara-negara Muslim, khususnya di Asia Barat dan Teluk, mengenali musuh nyata dan bersatu.

kini

Khamenei berupaya menempatkan persatuan dunia Muslim sebagai salah satu respons terhadap situasi keamanan kawasan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah kerja sama negara Muslim jadi fokus utama?
Vote Now
  • What?
    Mojtaba Khamenei menyerukan persatuan dan kerja sama negara-negara Muslim untuk menghadapi musuh nyata.
  • Who?
    Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei serta negara-negara Muslim, khususnya negara-negara Teluk.
  • Where?
    Seruan ditujukan terutama kepada negara-negara di Asia Barat dan kawasan Teluk melalui akun Telegram Khamenei.
  • When?
    Pesan tersebut dikutip pada Minggu (30/8/2026), dalam rangka Pekan Persatuan Islam.
  • Why?
    Khamenei menilai perpecahan di antara negara-negara Muslim menguntungkan musuh Islam.
  • How?
    Ia menyampaikan pesan melalui Telegram dengan mendorong kerja sama politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah kerja sama negara Muslim jadi fokus utama?
Vote Now

Mojtaba Khamenei berkata negara-negara Muslim, terutama di Teluk, harus bersama-sama. Ia bilang mereka perlu mengenali musuh nyata dan tidak bertengkar. Ia juga bicara tentang Palestina dan kerja sama untuk keamanan. Sekarang, Iran masih merasakan dampak perang, dan Khamenei ingin persatuan dunia Muslim menjadi jawaban.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah kerja sama negara Muslim jadi fokus utama?
Vote Now

Penekanan Khamenei pada kerja sama politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan menggambarkan upaya menempatkan solidaritas negara-negara Muslim sebagai perhatian bersama. Pesan itu juga menyoroti pentingnya kohesi sosial di Iran serta hubungan antarnegara di Asia Barat dan Teluk ketika ketegangan kawasan masih berlangsung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah kerja sama negara Muslim jadi fokus utama?
Vote Now

Jakarta, IDN Times — Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyerukan negara-negara Muslim, khususnya negara-negara di kawasan Teluk, untuk bersatu menghadapi apa yang dia sebut sebagai musuh nyata. Dia memperingatkan bahwa perpecahan di antara negara Muslim justru menguntungkan pihak yang menjadi lawan mereka.

Seruan tersebut disampaikan Khamenei melalui akun Telegram-nya dalam rangka Pekan Persatuan Islam, yang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam pesannya, dia menyerukan persatuan dan kerja sama antarnegara Muslim di berbagai bidang, termasuk dalam hal pertahanan bersama.

Khamenei mengatakan, pihak yang sengaja maupun tidak sengaja menciptakan perpecahan di antara umat Muslim pada akhirnya membantu kepentingan musuh Islam.

“Rekomendasi saya yang tegas dan berulang kali kepada para pemimpin negara-negara Islam, khususnya negara-negara di Asia Barat dan Teluk, adalah kenali musuh nyata kalian, pahami rencananya, dan hadapilah,” kata Khamenei, dikutip dari Huffington Post, Minggu (30/8/2026).

1. Khamenei singgung Palestina dan Negara Teluk

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei (Khamenei.ir, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Dalam pesannya, Khamenei mempertanyakan apakah kondisi Palestina akan tetap seperti sekarang jika negara-negara Muslim benar-benar bersatu. Dia mempertanyakan apakah rakyat Palestina akan dibiarkan berada dalam kondisi yang begitu tidak berdaya apabila negara-negara Muslim memiliki persatuan yang lebih kuat.

“Apakah rakyat Palestina akan dibiarkan begitu tidak berdaya jika umat Muslim bersatu?” ujarnya.

Khamenei juga secara khusus menyampaikan pesan kepada para penguasa negara-negara Arab di kawasan Teluk. Dia mempertanyakan apakah pihak yang dia sebut sebagai pengacau tanpa identitas akan berani mengincar wilayah dan kekayaan negara-negara Teluk jika masyarakat serta pemerintah di kawasan tersebut bersatu di bawah panji Islam.

“Apakah para pengacau tanpa identitas akan berani menginginkan tanah dan harta kalian jika rakyat dan pemerintah Teluk bersatu di bawah panji Islam?” kata Khamenei.

Seruan tersebut muncul di tengah hubungan yang kompleks antara Iran dan negara-negara Arab di Teluk. Sejak Revolusi Islam Iran pada 1979, kerajaan-kerajaan Arab di kawasan tersebut telah memandang ideologi revolusioner Iran, termasuk retorika anti-monarki dan pengaruh regionalnya, sebagai ancaman terhadap sistem politik mereka.

2. Seruan persatuan di tengah perang

ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Pesan terbaru Khamenei juga sejalan dengan seruannya kepada masyarakat Iran pada Jumat lalu. Dalam pernyataan tersebut, dia mengatakan telah melarang tindakan yang dapat merusak kohesi sosial serta meminta pejabat pemerintah menghindari pernyataan yang dapat melemahkan semangat dan moral masyarakat.

Seruan menjaga persatuan itu disampaikan ketika Iran masih menghadapi dampak perang yang pecah setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran sekitar enam bulan lalu.

Khamenei sendiri tidak terlihat di depan publik sejak terluka dalam serangan udara tersebut. Serangan itu juga menewaskan ayahnya sekaligus pendahulunya sebagai pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam konflik yang berlangsung, Tehran tidak hanya menghadapi serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Iran juga melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat serta sejumlah infrastruktur di negara-negara Teluk.

Serangan tersebut semakin menyoroti rumitnya hubungan Tehran dengan negara-negara tetangganya di kawasan Teluk. Di satu sisi, Iran menyerukan persatuan negara Muslim untuk menghadapi ancaman eksternal, tetapi di sisi lain konflik dan ketegangan regional telah menempatkan negara-negara Teluk dalam posisi yang sangat sensitif.

Khamenei kini berupaya menempatkan persatuan dunia Muslim sebagai salah satu respons terhadap situasi tersebut.

3. Iran dorong kerja sama antarnegara Muslim

potret bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)

Dalam pesannya untuk Pekan Persatuan Islam, Khamenei menyerukan peningkatan kerja sama di berbagai bidang sekaligus saling membantu dalam menghadapi ancaman keamanan.

Dia menilai, perpecahan di antara negara-negara Muslim hanya akan memberikan keuntungan kepada pihak yang dianggap sebagai musuh mereka. Karena itu, persatuan tidak hanya diperlukan dalam konteks keagamaan, tetapi juga dalam hubungan politik, ekonomi, dan pertahanan.

Khamenei mengatakan, siapa pun yang menciptakan perpecahan di antara umat Muslim, baik secara sadar maupun tidak, pada akhirnya ikut membantu kepentingan musuh Islam.

Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya Tehran menekankan pentingnya solidaritas negara-negara Muslim di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Barat.

Bagi Iran, negara-negara Teluk memiliki posisi strategis karena kawasan tersebut menjadi lokasi sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat sekaligus jalur penting bagi perdagangan energi global. Setiap eskalasi antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi langsung memengaruhi keamanan negara-negara di sekitarnya.

Karena itu, seruan Khamenei agar para pemimpin negara Muslim, terutama negara-negara Teluk, “mengenali musuh nyata” sekaligus memahami rencana mereka menjadi pesan politik yang penting di tengah situasi keamanan kawasan yang masih bergejolak.

Pilih pandanganmu soal kerja sama negara Muslim

Perlukah kerja sama negara Muslim jadi fokus utama?

See More
Perlu menjadi fokus
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak perlu menjadi fokus

Editorial Team

Related Article