Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

1.211 Hotspot Terdeteksi di ASEAN, Mayoritas di Kalimantan

1.211 Hotspot Terdeteksi di ASEAN, Mayoritas di Kalimantan
ilustrasi karhutla yang dahsyat (pexels.com/K)
  • Sebanyak 1.211 hotspot terdeteksi di ASEAN bagian selatan, dengan 1.180 titik berada di Kalimantan.
  • Kabut asap sedang hingga tebal terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan, Sumatra, dan Malaysia, sementara kualitas udara di beberapa lokasi mencapai kategori berbahaya.
  • Sekretariat ASEAN mengaktifkan Alert Level 3, sedangkan Malaysia memantau kondisi udara dan menerapkan pembatasan berdasarkan indeks API.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Setuju aktivitas luar ruangan dihentikan saat API di atas 100?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 1.211 titik panas (hotspot) terdeteksi di kawasan ASEAN bagian selatan berdasarkan citra satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) yang dianalisis oleh ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) di Singapura.

Dari jumlah tersebut, 1.180 hotspot berada di Kalimantan, 18 titik Sumatra, dan 13 Malaysia. Data tersebut menunjukkan tingginya aktivitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia yang turut meningkatkan risiko kabut asap lintas batas kawasan.

Wakil Direktur Jenderal (Pengembangan) Departemen Lingkungan Hidup Malaysia, Azuri Azizah Saedon, mengatakan kondisi kering masih mendominasi sebagian besar kawasan ASEAN bagian selatan. Hanya sejumlah wilayah, terutama Sumatra bagian utara dan Semenanjung Malaysia, yang menerima hujan.

"Titik panas tersebar luas terdeteksi di Kalimantan, sementara titik panas yang terisolasi tercatat di Sulawesi serta Sumatra bagian selatan dan tengah. Beberapa titik panas juga terdeteksi terutama di Sarawak bagian tengah dan Jawa bagian timur," kata Azuri dalam pernyataan, seperti dikutip Bernama, Minggu (30/8/2026).

  1. 1. Kabut asap lintas batas meluas

    ilustrasi karhutla yang dahsyat
    ilustrasi karhutla yang dahsyat (pexels.com/Soly Moses)

    Tingginya aktivitas hotspot tersebut diikuti oleh meluasnya kabut asap di sejumlah wilayah. ASMC mendeteksi kabut asap lintas batas dengan intensitas sedang hingga tebal di Kalimantan Barat yang bergerak ke arah utara menuju Sarawak bagian barat.

    Kabut asap dengan intensitas sedang hingga tebal juga terpantau di sebagian besar wilayah Kalimantan, Sarawak bagian tengah, serta Sumatra bagian tengah dan selatan.

    Sejumlah stasiun pemantauan kualitas udara di Kalimantan Barat, Sarawak bagian barat dan tengah, Semenanjung Malaysia bagian barat, serta Sumatra bagian selatan dan tengah bahkan mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya.

    Namun, otoritas Malaysia mengingatkan cakupan hotspot dan kabut asap sebenarnya kemungkinan lebih luas daripada yang terdeteksi. Kondisi tersebut disebabkan oleh tutupan awan yang menghalangi sebagian pengamatan satelit.

    Situasi ini menjadi perhatian karena kabut asap tidak berhenti di wilayah tempat kebakaran terjadi. Pergerakan angin dapat membawa polusi udara melintasi perbatasan, termasuk menuju Malaysia. Di Sarawak, yang berbatasan langsung dengan Kalimantan, dampak kabut asap menjadi salah satu persoalan paling mendapat perhatian pemerintah Malaysia.

  2. 2. ASEAN naikkan status ke alert level 3

    ilustrasi karhutla yang dahsyat
    ilustrasi karhutla yang dahsyat (pexels.com/Yavuz Solgun)

    Meningkatnya aktivitas hotspot dan semakin luasnya sebaran kabut asap mendorong Sekretariat ASEAN mengaktifkan Alert Level 3 untuk kawasan tersebut pada 27 Agustus.

    Peningkatan status dilakukan berdasarkan Standard Operating Procedures (SOP) for ASEAN Monitoring, Assessment, and Joint Emergency Response (MAJER). Mekanisme tersebut digunakan ASEAN untuk memantau dan merespons situasi kabut asap lintas batas di kawasan.

    Departemen Lingkungan Hidup Malaysia terus memantau kualitas udara, titik panas, kondisi cuaca, serta perkembangan kabut asap melalui National Haze Action Plan (PTJK). Koordinasi juga dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait untuk menentukan langkah penanganan.

    Di Sarawak, otoritas lingkungan terus melakukan patroli dan operasi pencegahan pembakaran terbuka. Pengawasan diperketat di wilayah yang memiliki risiko tinggi terjadinya kebakaran, termasuk kawasan hutan, lahan gambut, tempat pembuangan sampah, area pertanian dan perkebunan, hingga kawasan industri. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran baru sekaligus mengurangi potensi memburuknya kabut asap yang sudah menyebar lintas wilayah.

  3. 3. Malaysia catat polusi udara hingga 374 API

    Kabut asap di Malaysia imbas dari Karhutla Kalimantan.
    Kabut asap di Malaysia imbas dari Karhutla Kalimantan. (AFP/Mohd Rasfan)

    Selain memantau hotspot, pemerintah Malaysia juga menerapkan sejumlah pembatasan ketika kualitas udara memburuk. Berdasarkan PTJK, seluruh aktivitas luar ruangan harus dihentikan apabila indeks polusi udara atau API berada di atas 100.

    Sementara itu, sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak diwajibkan segera ditutup apabila API melewati angka 200. Institusi pendidikan juga diminta terus memantau perkembangan API dan mempersiapkan kemungkinan penutupan jika trennya menunjukkan peningkatan menuju angka tersebut.

    Laporan Departemen Lingkungan Hidup pada pukul 09.00 waktu setempat menunjukkan 13 wilayah berada dalam kategori tidak sehat, dua wilayah masuk kategori sangat tidak sehat, dan dua lainnya berada dalam kategori berbahaya.

    Kondisi terparah tercatat di Serian District Police Headquarters, Sarawak, dengan API mencapai 374. Angka tersebut sudah masuk kategori berbahaya dan menunjukkan tingginya tingkat polusi udara yang dihadapi masyarakat di wilayah tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More