Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Khamenei Serukan Negara Muslim Bersatu Lawan Musuh Nyata

Khamenei Serukan Negara Muslim Bersatu Lawan Musuh Nyata
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (Tasnim News Agency, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Mojtaba Khamenei menyerukan negara-negara Muslim, terutama di Teluk, bersatu menghadapi pihak yang disebutnya sebagai musuh nyata.
  • Ia meminta kerja sama antarnegara Muslim dalam bidang politik, ekonomi, pertahanan, dan menghadapi ancaman keamanan.
  • Seruan persatuan disampaikan saat Iran masih menghadapi dampak perang dan hubungan dengan negara-negara Teluk tetap kompleks.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah kerja sama negara Muslim jadi fokus utama?
Share Article

Jakarta, IDN Times — Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyerukan negara-negara Muslim, khususnya negara-negara di kawasan Teluk, untuk bersatu menghadapi apa yang dia sebut sebagai musuh nyata. Dia memperingatkan bahwa perpecahan di antara negara Muslim justru menguntungkan pihak yang menjadi lawan mereka.

Seruan tersebut disampaikan Khamenei melalui akun Telegram-nya dalam rangka Pekan Persatuan Islam, yang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam pesannya, dia menyerukan persatuan dan kerja sama antarnegara Muslim di berbagai bidang, termasuk dalam hal pertahanan bersama.

Khamenei mengatakan, pihak yang sengaja maupun tidak sengaja menciptakan perpecahan di antara umat Muslim pada akhirnya membantu kepentingan musuh Islam.

“Rekomendasi saya yang tegas dan berulang kali kepada para pemimpin negara-negara Islam, khususnya negara-negara di Asia Barat dan Teluk, adalah kenali musuh nyata kalian, pahami rencananya, dan hadapilah,” kata Khamenei, dikutip dari Huffington Post, Minggu (30/8/2026).

  1. 1. Khamenei singgung Palestina dan Negara Teluk

    Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei
    Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei (Khamenei.ir, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Dalam pesannya, Khamenei mempertanyakan apakah kondisi Palestina akan tetap seperti sekarang jika negara-negara Muslim benar-benar bersatu. Dia mempertanyakan apakah rakyat Palestina akan dibiarkan berada dalam kondisi yang begitu tidak berdaya apabila negara-negara Muslim memiliki persatuan yang lebih kuat.

    “Apakah rakyat Palestina akan dibiarkan begitu tidak berdaya jika umat Muslim bersatu?” ujarnya.

    Khamenei juga secara khusus menyampaikan pesan kepada para penguasa negara-negara Arab di kawasan Teluk. Dia mempertanyakan apakah pihak yang dia sebut sebagai pengacau tanpa identitas akan berani mengincar wilayah dan kekayaan negara-negara Teluk jika masyarakat serta pemerintah di kawasan tersebut bersatu di bawah panji Islam.

    “Apakah para pengacau tanpa identitas akan berani menginginkan tanah dan harta kalian jika rakyat dan pemerintah Teluk bersatu di bawah panji Islam?” kata Khamenei.

    Seruan tersebut muncul di tengah hubungan yang kompleks antara Iran dan negara-negara Arab di Teluk. Sejak Revolusi Islam Iran pada 1979, kerajaan-kerajaan Arab di kawasan tersebut telah memandang ideologi revolusioner Iran, termasuk retorika anti-monarki dan pengaruh regionalnya, sebagai ancaman terhadap sistem politik mereka.

  2. 2. Seruan persatuan di tengah perang

    ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel
    ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

    Pesan terbaru Khamenei juga sejalan dengan seruannya kepada masyarakat Iran pada Jumat lalu. Dalam pernyataan tersebut, dia mengatakan telah melarang tindakan yang dapat merusak kohesi sosial serta meminta pejabat pemerintah menghindari pernyataan yang dapat melemahkan semangat dan moral masyarakat.

    Seruan menjaga persatuan itu disampaikan ketika Iran masih menghadapi dampak perang yang pecah setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran sekitar enam bulan lalu.

    Khamenei sendiri tidak terlihat di depan publik sejak terluka dalam serangan udara tersebut. Serangan itu juga menewaskan ayahnya sekaligus pendahulunya sebagai pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

    Dalam konflik yang berlangsung, Tehran tidak hanya menghadapi serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Iran juga melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat serta sejumlah infrastruktur di negara-negara Teluk.

    Serangan tersebut semakin menyoroti rumitnya hubungan Tehran dengan negara-negara tetangganya di kawasan Teluk. Di satu sisi, Iran menyerukan persatuan negara Muslim untuk menghadapi ancaman eksternal, tetapi di sisi lain konflik dan ketegangan regional telah menempatkan negara-negara Teluk dalam posisi yang sangat sensitif.

    Khamenei kini berupaya menempatkan persatuan dunia Muslim sebagai salah satu respons terhadap situasi tersebut.

  3. 3. Iran dorong kerja sama antarnegara Muslim

    Bendera Iran sedang berkibar.
    potret bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)

    Dalam pesannya untuk Pekan Persatuan Islam, Khamenei menyerukan peningkatan kerja sama di berbagai bidang sekaligus saling membantu dalam menghadapi ancaman keamanan.

    Dia menilai, perpecahan di antara negara-negara Muslim hanya akan memberikan keuntungan kepada pihak yang dianggap sebagai musuh mereka. Karena itu, persatuan tidak hanya diperlukan dalam konteks keagamaan, tetapi juga dalam hubungan politik, ekonomi, dan pertahanan.

    Khamenei mengatakan, siapa pun yang menciptakan perpecahan di antara umat Muslim, baik secara sadar maupun tidak, pada akhirnya ikut membantu kepentingan musuh Islam.

    Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya Tehran menekankan pentingnya solidaritas negara-negara Muslim di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Barat.

    Bagi Iran, negara-negara Teluk memiliki posisi strategis karena kawasan tersebut menjadi lokasi sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat sekaligus jalur penting bagi perdagangan energi global. Setiap eskalasi antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi langsung memengaruhi keamanan negara-negara di sekitarnya.

    Karena itu, seruan Khamenei agar para pemimpin negara Muslim, terutama negara-negara Teluk, “mengenali musuh nyata” sekaligus memahami rencana mereka menjadi pesan politik yang penting di tengah situasi keamanan kawasan yang masih bergejolak.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More