Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Korban Tewas Banjir dan Longsor di Nepal-Tibet Tembus 162 Orang
Foto udara pemukiman yang terdampak banjir bandang di Devighat, Bidur Municipality, distrik Nuwakot, Nepal pada 27 August 2026 (AFP/ (AFP/PRABIN RANABHAT)
  • Banjir bandang dan longsor di perbatasan Nepal-Tibet menewaskan 162 orang, naik dari 95 korban sehari sebelumnya; sebagian besar jenazah ditemukan di distrik Chitwan dan Nawalparasi Timur.
  • Data korban hilang berbeda: CCTV melaporkan 558 orang, sementara pemerintah Nepal mencatat 579 orang. Tim penyelamat Nepal dan China masih melakukan pencarian serta evakuasi.
  • Nepal mengerahkan sekitar 2.000 tentara di Nuwakot dan telah mengevakuasi 97 orang. Amerika Serikat menyalurkan bantuan 500 ribu dolar AS bagi korban bencana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal dan Tibet, China, saat ini semakin bertambah. Data terbaru yang dirilis BBC pada Kamis (27/8/2026) menyebut jumlah korban tewas saat ini sudah bertambah menjadi 162 orang. Pada Rabu (26/8/2026) kemarin, jumlah korban tewas masih 95 orang.

Dari 162 orang yang tewas, 64 orang ditemukan di dataran rendah di Distrik Chitwan, Nepal. Sementara itu, 26 orang lainnya ditemukan di Distrik Nawalparasi Timur. Semua korban tewas saat ini sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diproses lebih lanjut.

1. Korban hilang bertambah menjadi 558 orang

ilustrasi korban hilang (pexels.com/Ron Lach)

Selain itu, jumlah korban hilang kini juga bertambah menjadi 558 orang. Jumlah tersebut berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh media nasional China, CCTV. Dari jumlah tersebut, 260 di antaranya merupakan warga asing. Sebelumnya, jumlah korban hilang masih 403 orang.  

Di sisi lain, Pemerintah Nepal menyebut bahwa korban hilang saat ini sudah mencapai 579 orang. Dari jumlah tersebut, 466 di antaranya merupakan warga asing. Hingga saat ini, belum bisa dipastikan informasi mana yang benar adanya dan sesuai dengan realita di lapangan. Terlepas dari itu, para petugas penyelamat dari Nepal dan China kini sedang terus berupaya untuk mencari dan mengevakuasi para korban.

2. Pemerintah Nepal menerjunkan 2.000 tentara untuk mengevakuasi korban

ilustrasi evakuasi korban banjir (pexels.com/Juan Moccagatta)

Pemerintah Nepal mengatakan, pihaknya kini sudah menerjunkan kurang lebih 2.000 tentara untuk mengevakuasi para korban. Para tentara tersebut difokuskan untuk mencari dan mengevakuasi korban di Distrik Nuwakot. Sebab, wilayah tersebut menjadi yang paling terdampak banjir dan longsor. 

Juru Bicara militer Nepal, Brigadir Jenderal Rajaram Basnet, mengatakan, pasukannya sejauh ini sudah berhasil mengevakuasi 97 orang yang terjebak banjir. Basnet menjelaskan, proses evakuasi juga dibantu oleh petugas kepolisian setempat. Sebab, para tentara membutuhkan bantuan untuk mengevakuasi para korban karena medan yang terlalu berbahaya pasca dihantam banjir dan longsor.

3. Amerika Serikat mengirim bantuan Rp8,8 miliar untuk korban banjir-longsor di Nepal dan Tibet

potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Renan Tagliaferro)

Sejumlah negara kini berbondong-bondong memberikan bantuan kemanusiaan untuk para korban banjir di Nepal dan Tibet. Salah satu negara yang menyumbang adalah Amerika Serikat (AS). Negeri Paman Sam dikabarkan sudah menyumbang 500 ribu dolar AS atau setara Rp8,8 miliar untuk membantu para korban di sana. 

"Amerika Serikat menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari mereka yang kehilangan nyawa dalam banjir bandang dahsyat di distrik Rasuwa, Nepal. Kami turut berduka cita atas semua pihak yang terkena dampak bencana ini," bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri AS.

Sebagai informasi, banjir dan longsor di perbatasan Nepal dan Tibet ini terjadi pada Rabu pagi kemarin. Berdasarkan laporan CNN, banjir ini dipicu oleh longsor yang terjadi sebelumnya. Puing-puing tanah yang dihasilkan dari longsor tersebut lantas berubah menjadi air dan lumpur yang membanjiri perbatasan Nepal dan Tibet. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article