Jakarta, IDN Times - Lebih dari 2,6 juta penduduk di Kuba dilaporkan mengalami gangguan pasokan air perpipaan. Masalah ini dipengaruhi oleh usia jaringan infrastruktur yang menua, kurangnya pemeliharaan, serta krisis energi yang membatasi ketersediaan bahan bakar untuk pemompaan air dan pembangkit listrik.
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel bersama otoritas sumber daya air mengonfirmasi situasi tersebut pada Rabu (4/11/2026) dalam sebuah siaran radio di Havana. Pemerintah Kuba menyatakan penyelesaian persoalan ini membutuhkan investasi besar, waktu panjang, dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu tindakan atau pidato.