Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa (© European Union, 1998 – 2026, Attribution, via Wikimedia Commons)
Saat ledakan terjadi, rombongan kepresidenan Prancis berada sekitar sepuluh kilometer dari lokasi kejadian. Macron tidak mendengar suara ledakan tersebut dan langsung menuju Istana Rakyat untuk menemui Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa.
Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin sepakat untuk menunjuk kembali duta besar masing-masing. Langkah ini diambil untuk memulihkan hubungan diplomatik kedua negara yang sempat terputus sejak tahun 2012.
Kunjungan Macron ini juga didampingi oleh delegasi ekonomi besar, termasuk pimpinan perusahaan TotalEnergies dan CMA CGM. Prancis menyatakan kesiapannya membantu pemulihan sektor perbankan serta membangun kembali jaringan listrik dan air bersih di Kota Homs.
Dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan, Macron menegaskan bahwa pihak Prancis telah mengantisipasi risiko keamanan selama kunjungan ini.
"Kami menyadari adanya risiko keamanan di sini, tetapi semua itu sudah diantisipasi dan dikelola dengan baik," kata Macron.