Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kronologi 2 Bom Meledak Saat Kunjungan Presiden Prancis ke Suriah
Ilustrasi ledakan (magnific.com/kjpargeter)
  • Dua bom rakitan meledak di dekat Hotel Four Seasons, Damaskus, saat kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron, melukai 18 orang dan memicu peningkatan keamanan di area tersebut.
  • Macron tetap melanjutkan agenda pertemuan dengan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, menghasilkan kesepakatan pemulihan hubungan diplomatik dan kerja sama ekonomi antara kedua negara.
  • Ledakan ini menjadi ujian bagi pemerintahan baru Suriah yang berjanji memperketat keamanan serta menindak pelaku serangan yang diduga terkait kelompok ISIS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dua ledakan bom mengguncang ibu kota Suriah, Damaskus, pada Selasa (7/7/2026). Insiden ini terjadi di dekat lokasi penginapan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan.

Meski ada ledakan di sekitar kawasan tersebut, Macron dipastikan selamat. Ia tetap melanjutkan agenda resminya untuk membahas pemulihan hubungan bilateral Prancis dan Suriah.

1. Kronologi ledakan bom di dekat lokasi penginapan

Ilustrasi Suriah (unsplash.com/Aladdin Hamma)

Dua bom rakitan meledak sekitar pukul 10.15 waktu setempat di dekat Hotel Four Seasons, tempat Macron menginap. Menurut Kementerian Dalam Negeri Suriah, satu bom disembunyikan di dalam tempat sampah dan satu lagi dipasang di dalam mobil yang terparkir.

Kedua bom tersebut meledak tepat saat petugas keamanan bersiap menjinakkannya. Akibatnya, sedikitnya 18 orang terluka, termasuk empat anggota kepolisian setempat. Ledakan ini juga merusak beberapa kendaraan dan memecahkan kaca jendela gedung kementerian di sekitarnya.

Seorang karyawan di sekitar lokasi kejadian, Hamam Hammoud, menyaksikan langsung kepulan asap hitam membumbung di dekat kantor Kementerian Pariwisata Suriah sesaat setelah ledakan.

"Saya melihat tiga polisi lalu lintas terluka di jalan sebelum petugas mengevakuasi area dan menutup akses jalan ke sana," ujar Hammoud, dilansir The Guardian.

2. Kelanjutan pertemuan bilateral Prancis dan Suriah di Istana Rakyat

Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa (© European Union, 1998 – 2026, Attribution, via Wikimedia Commons)

Saat ledakan terjadi, rombongan kepresidenan Prancis berada sekitar sepuluh kilometer dari lokasi kejadian. Macron tidak mendengar suara ledakan tersebut dan langsung menuju Istana Rakyat untuk menemui Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa.

Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin sepakat untuk menunjuk kembali duta besar masing-masing. Langkah ini diambil untuk memulihkan hubungan diplomatik kedua negara yang sempat terputus sejak tahun 2012.

Kunjungan Macron ini juga didampingi oleh delegasi ekonomi besar, termasuk pimpinan perusahaan TotalEnergies dan CMA CGM. Prancis menyatakan kesiapannya membantu pemulihan sektor perbankan serta membangun kembali jaringan listrik dan air bersih di Kota Homs.

Dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan, Macron menegaskan bahwa pihak Prancis telah mengantisipasi risiko keamanan selama kunjungan ini.

"Kami menyadari adanya risiko keamanan di sini, tetapi semua itu sudah diantisipasi dan dikelola dengan baik," kata Macron.

3. Tantangan jaminan keamanan bagi pemerintahan baru Suriah

ilustrasi suriah (pexels.com/Ahmed akacha)

Serangan bom ini menjadi ujian keamanan bagi pemerintahan Presiden Ahmed al-Sharaa. Beberapa hari sebelumnya, sebuah bom juga meledak di sebuah kafe dekat Istana Keadilan Damaskus dan menewaskan sembilan orang.

Kelompok teroris Negara Islam (ISIS) dituding berada di balik rangkaian serangan ini. Mereka dilaporkan telah memulai fase operasi baru sejak awal tahun.

Pasukan keamanan Suriah langsung memperketat penjagaan dan menutup jalan di sekitar lokasi ledakan untuk penyelidikan mendalam. Presiden Sharaa berjanji akan mengusut tuntas motif serangan dan menangkap pelaku yang bertanggung jawab.

Meski mendapat tantangan keamanan, pihak Suriah menegaskan bahwa kerja sama internasional akan tetap berjalan.

"Hasil kunjungan ini membuktikan bahwa Suriah sedang melangkah ke babak baru dalam kemitraan internasional yang saling menghormati dan menguntungkan," ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Suriah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article