Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sri Lanka Ubah Rumah Sakit Kosong Jadi Penjara Baru Pascakerusuhan

Sri Lanka Ubah Rumah Sakit Kosong Jadi Penjara Baru Pascakerusuhan
Ilustrasi penjara (Unsplash.com/Tim Photoguy)
Intinya Sih
  • Pemerintah Sri Lanka membuka tempat penahanan baru di bekas rumah sakit Mahamodara setelah kerusuhan fatal di Penjara Negombo yang menewaskan puluhan orang.
  • Kerusuhan di Penjara Negombo dipicu konflik antargeng terkait penyelundupan narkoba, menyebabkan 20 narapidana dan delapan sipir tewas serta lebih dari 100 orang terluka.
  • Pemerintah menyiapkan reformasi hukum berupa tahanan rumah dengan pemantauan elektronik untuk mengurangi kepadatan penjara yang mencapai empat kali lipat kapasitas normal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Sri Lanka mengoperasikan tempat penahanan baru untuk mengatasi krisis keamanan nasional. Kebijakan darurat ini diumumkan pada Rabu (8/7/2026) setelah kerusuhan fatal di salah satu penjara.

Pemerintah memanfaatkan bangunan milik negara yang sudah tidak berfungsi sebagai tempat tahanan tambahan. Langkah jangka pendek ini diambil untuk mengurangi kepadatan penjara di negara tersebut.

1. Penyebab kerusuhan di Penjara Negombo

Penjara yang sangat sepi.
ilustrasi penjara (unsplash.com/Emiliano Bar)

Kerusuhan terjadi pada Minggu (5/7/2026) di Penjara Negombo, sebelah utara Colombo. Bentrokan dipicu oleh konflik antargeng narapidana terkait penyelundupan narkoba di dalam penjara.

Situasi memanas saat narapidana menyerang petugas dan merebut senjata api penjaga. Sebanyak 20 narapidana dan delapan sipir tewas, sementara lebih dari 100 orang terluka akibat tembakan dan hantaman benda tumpul.

Militer kemudian mengerahkan kendaraan lapis baja untuk membantu polisi mengendalikan situasi. Pemerintah menyatakan bertanggung jawab atas insiden yang terjadi di lembaga negara tersebut.

"Kami tidak melihat latar belakang mereka sebagai narapidana atau anggota kriminal. Fokus kami adalah hilangnya nyawa manusia, dan kami sangat berduka atas kejadian ini," kata Menteri Kehakiman Sri Lanka, Harshana Nanayakkara.

2. Pemanfaatan bekas rumah sakit di Mahamodara untuk tahanan

ilustrasi rumah sakit (pixabay.com/ZahidJavali)
ilustrasi rumah sakit (pixabay.com/ZahidJavali)

Kementerian Kehakiman Sri Lanka mengalihkan fungsi sebagian gedung bekas rumah sakit di Mahamodara, Distrik Galle. Fasilitas di wilayah selatan ini disiapkan khusus untuk menampung limpahan tahanan.

Setelah kerusuhan, ratusan narapidana dari Penjara Negombo dipindahkan ke berbagai penjara lain. Pemindahan ini bertujuan untuk mencegah konflik susulan antargeng di masa mendatang.

Saat ini, kementerian terkait sedang melengkapi fasilitas keamanan di bangunan tersebut. Pemerintah daerah juga ikut membantu agar infrastruktur baru ini sesuai dengan standar keselamatan penjara.

"Kami sedang menyiapkan sistem keamanan dan fasilitas penting lainnya agar penjara baru di Mahamodara ini bisa segera digunakan," ujar pejabat Kementerian Kehakiman Sri Lanka, dilansir The Peninsula Qatar.

3. Rencana reformasi hukum untuk atasi kepadatan penjara

ilustrasi bendera Sri Lanka
ilustrasi bendera Sri Lanka (Pexels/Atlantic Ambience)

Jumlah tahanan di penjara Sri Lanka saat ini mencapai empat kali lipat dari kapasitas normal. Kepadatan ini menjadi penyebab utama tingginya ketegangan antar-narapidana di dalam sel.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah sedang menyusun rancangan undang-undang tentang tahanan rumah dengan pemantauan elektronik. Kebijakan ini menyasar tersangka dengan masa penahanan sementara untuk mengurangi penumpukan di penjara.

Sementara itu, seluruh korban luka akibat kerusuhan telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Tim medis terus berupaya maksimal untuk menangani kondisi fisik para korban.

"Para korban yang kami tangani mengalami luka tembak, luka sayat, serta memar yang cukup parah," kata Direktur Rumah Sakit Negombo, Pushpa Gamlath.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More