Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PM Albania Dukung Alokasi Anggaran Rp82 M untuk Konser Kanye West

PM Albania Dukung Alokasi Anggaran Rp82 M untuk Konser Kanye West
Rapper AS, Kanye West di London, Inggris. (Bex Walton from London, England, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • PM Albania Edi Rama mendukung konser Kanye West dengan alokasi dana Rp82 miliar, dianggap sebagai investasi penting untuk menjaga citra dan menarik wisatawan asing.
  • Pemerintah menegaskan pendanaan konser dilakukan secara legal tanpa mengalihkan dana publik lain, serta diyakini mampu meningkatkan sektor pariwisata Albania.
  • Komunitas Yahudi Albania menolak konser tersebut karena rekam jejak komentar anti-semitisme Kanye West yang dinilai tidak mencerminkan keterbukaan dan toleransi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Albania, Edi Rama mendukung penuh penyelenggaraan konser rapper asal Amerika Serikat (AS), Kanye West di negaranya. Menurutnya, kedatangan Kanye West di Albania akan membuat negaranya semakin ramai dikunjungi turis mancanegara. 

Lebih dari sebulan terakhir, situasi di Albania masih tegang imbas rentetan demonstrasi besar menolak proyek hotel mewah afiliasi keluarga Presiden AS, Donald Trump di kawasan lindung. Demonstran juga menuntut Rama mundur dari jabatannya karena mendukung proyek kontroversial tersebut.

1. Dana Rp82 M penting untuk menyelamatkan nama baik Albania

Perdana Menteri Albania, Edi Rama
Perdana Menteri Albania, Edi Rama. (President.gov.ua, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Rama mengatakan, alokasi anggaran sebesar 4 juta euro (Rp82 miliar) penting untuk investasi di Albania. Ia menyebut bahwa konser Kanye West tersebut sangat penting untuk membawa nama baik dan tidak mempermalukan Albania. 

“Kami mengalokasikan Rp82 miliar menjelang kedatangan 25 ribu turis asing dari 80 negara ke Albania hanya untuk menonton konser Kanye West. Sedangkan sejumlah orang khawatir konser tersebut akan dibatalkan,” ungkapnya, dilansir dari Deutsche Welle, Kamis (9/7/2026). 

Sementara itu, Albania menjadi salah satu negara yang memperbolehkan kedatangan West usai sejumlah penolakan dari negara lain. Ia dijadwalkan hadir pada 11 Juli dan akan tampil di stadion sementara di pinggiran ibu kota Tirana. 

2. Sebut konser ini akan mendongkrak pariwisata Albania

suasana Desa Lin, Albania
suasana Desa Lin, Albania (pexels.com/valter-zhara)

Menteri Pariwisata Albania, Blendi Gonxhja mengatakan bahwa konser Kanye West akan mendongkrak pariwisata Albania. Ia juga menuturkan bahwa anggaran besar itu mencegah pembatalan yang hanya akan merusak citra Albania di dunia internasional. 

“Gelontoran dana besar untuk konser ini tidak ilegal. Pendanaan ini disetujui lewat jalur hukum yang sah ketika pemerintah harus menentukan aksi luar biasa sesegera mungkin,” katanya, dilansir dari Albania Daily News

Ia memastikan, tidak ada dana kesehatan dan jaminan sosial yang dialihkan untuk konser ini. Menurutnya, dana darurat tersebut hanya dialokasikan untuk mengatasi masalah yang memang diperlukan. 

3. Mendapat penolakan dari komunitas Yahudi Albania

ilustrasi bendera Albania
ilustrasi bendera Albania (pexels.com/eric-b)

Pada saat yang sama, Komunitas Yahudi Albania menolak konser Kanye West di Tirana. Ia menyebut, rapper asal AS tersebut sudah mengutarakan komentar anti-semitisme yang ditujukan kepada komunitas Yahudi dan tidak menunjukkan keterbukaan. 

Dilansir Balkan Insight, mereka menyebut bahwa konser Kanye West di Albania ini bukan hanya sebuah konser semata. Namun, ini adalah simbol legitimasi sosok kontroversial di mata publik, meskipun tidak mengatakan secara langsung. 

Sebelumnya, West sudah dilarang masuk ke Inggris imbas ujaran kontroversial dan lagi berjudul “Heil Hitler”. Tak hanya dilarang di Inggris, rapper terkenal itu juga dilarang masuk ke Polandia dan Australia pada 2025. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More