Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ledakan Gudang Amunisi di Suriah Tewaskan 14 Orang
Ilustrasi ledakan (Unsplash.com/Luke Jernejcic)
  • Ledakan gudang amunisi di Burj al-Nimra, dekat Sarmada, Suriah barat laut, menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 11 lainnya, termasuk personel militer.
  • Tim penyelamat, pemadam, dan Pertahanan Sipil dikerahkan, tetapi ledakan susulan, asap tebal, serta amunisi aktif menghambat evakuasi dan penyisiran korban di reruntuhan.
  • Militer mengaku bertanggung jawab dan menyelidiki penyebab ledakan, sementara warga mengkritik lokasi gudang amunisi yang dekat permukiman serta pusat aktivitas ekonomi Sarmada.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ledakan dahsyat melanda sebuah gudang amunisi di wilayah barat laut Suriah pada Rabu (9/9/2026). Peristiwa nahas di pinggiran kota Idlib ini sontak memicu kepanikan warga sekaligus merusak sejumlah bangunan di sekitarnya.

Insiden ini memakan belasan korban jiwa dan puluhan korban luka, yang langsung direspons dengan pengerahan tim penyelamat secara masif. Aparat berwenang juga segera menutup akses ke lokasi kejadian guna mensterilkan area dari ancaman bahaya susulan.

1. Belasan orang tewas akibat ledakan gudang amunisi

Ledakan di kawasan Burj al-Nimra, dekat Kota Sarmada, menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 11 orang lainnya. Fasilitas tersebut difungsikan sebagai tempat penyimpanan sementara senjata dan amunisi militer sebelum didistribusikan. Kementerian Pertahanan Suriah mengonfirmasi bahwa sejumlah personel militer turut menjadi korban luka dalam peristiwa ini.

Seluruh korban yang selamat telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Pihak medis menyatakan bahwa luka yang diderita para korban bervariasi, mulai dari cedera ringan hingga sedang.

"Tim penyelamat masih menyisir lokasi untuk mencari korban yang diduga tertimbun di bawah reruntuhan," ujar Direktur Kantor Media Direktorat Kesehatan Idlib, Subhi Assaf.

2. Ledakan susulan sempat hambat proses evakuasi

Petugas pemadam kebakaran dan tim Pertahanan Sipil segera dikerahkan ke titik lokasi untuk menjinakkan api. Namun, serangkaian ledakan susulan dari amunisi yang terbakar sempat menghambat pergerakan armada regu penolong.

Asap hitam tebal yang membumbung tinggi turut menyulitkan jarak pandang tim evakuasi di sekitar lokasi kejadian. Guna mencegah jatuhnya korban tambahan, pihak keamanan memperketat garis batas dan mensterilkan area di sekitar puing depot tersebut.

Para relawan terus menyisir lokasi untuk menyingkirkan material peledak aktif yang berisiko memicu kebakaran baru.

"Tim kami langsung bergerak ke lokasi sesaat setelah ledakan terjadi, dan penilaian awal menunjukkan amunisi sebagai pemicu utamanya," jelas Kepala Operasi Direktorat Manajemen Darurat Idlib, Walid Aslan, dikutip dari Arab News.

3. Warga layangkan protes terkait gudang amunisi di permukiman

Pihak militer menyatakan bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut dan tengah meluncurkan investigasi internal. Otoritas terkait menegaskan bahwa penyebab pasti dari ledakan awal ini masih dalam tahap penyelidikan teknis.

Di sisi lain, musibah ini memicu kritik tajam dari masyarakat lantaran letak gudang bahan peledak yang sangat dekat dengan kawasan permukiman warga. Apalagi, Distrik Sarmada dikenal sebagai pusat logistik penting dengan aktivitas ekonomi yang padat.

Keberadaan sisa-sisa persenjataan di dekat rumah warga kini dinilai sebagai ancaman serius yang memerlukan penanganan ekstra ketat.

"Gudang senjata seharusnya tidak didirikan di area publik yang ramai oleh warga dan pertokoan," kecam seorang montir di lokasi kejadian, Ahmad Faour, dilansir Associated Press.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article