Aturan baru ini langsung diikuti dengan penangkapan besar-besaran dan deportasi warga asing yang tidak memiliki surat-surat resmi. Situasi ini menimbulkan ketakutan di kalangan imigran yang berada di wilayah Libya timur.
Banyak pengungsi kini menyembunyikan identitas mereka agar tidak ditangkap petugas. Sejumlah laporan menyebut para pencari suaka langsung dikirim ke pusat penahanan tanpa melalui proses hukum yang jelas.
“Sungguh mengerikan melihat otoritas Libya yang saling bersaing justru bersatu menyalahgunakan migran dan pengungsi. Mereka memakai ujaran rasis, mengabaikan permintaan suaka, menahan ribuan orang tanpa alasan jelas, lalu mengusir mereka secara massal di perbatasan darat,” kata Diana Eltahawy.
Organisasi medis internasional Médecins Sans Frontières (MSF) mendesak agar para migran diberi tempat aman dan segera dievakuasi.
“Tanggapan perlindungan tidak boleh sekadar memberi makanan dan bantuan. Kami harus menyediakan tempat aman yang melindungi dari pelaku kekerasan, dan melakukan evakuasi secepatnya,” ujar Anggota Tim Perlindungan MSF, Lucie Eches, dikutip dari Arab News.