Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Markas Angkatan Udara Inggris di Siprus Diserang Drone Iran
potret drone militer (commons.wikimedia.org/Beograd007)
  • Markas Angkatan Udara Inggris di Siprus diserang drone buatan Iran pada Senin siang, membuat otoritas Siprus siaga penuh meski menegaskan tak terlibat dalam operasi militer apa pun.
  • Serangan terjadi setelah Inggris mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk operasi defensif terhadap Iran, tanpa keterlibatan langsung dalam konflik bersenjata.
  • Negara-negara NATO seperti Inggris, Prancis, dan Jerman mengecam aksi balasan Iran ke AS dan sekutunya, menyerukan penghentian serangan demi mencegah eskalasi di Timur Tengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Markas pasukan angkatan udara Inggris (RAF) di Siprus dilaporkan diserang oleh drone pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 12 siang waktu setempat. Kabar ini disampaikan langsung oleh Presiden Siprus, Nikos Christodoulides.

"Seluruh layanan yang berwenang di republik ini dalam keadaan siaga dan siap beroperasi penuh. Saya ingin menegaskan, negara kami tidak berpartisipasi dalam bentuk apa pun dan tidak berniat untuk menjadi bagian dari operasi militer apa pun," kata Christodoulides dalam pernyataannya, seperti dilansir The Strait Times.

Christodoulides menambahkan, drone yang menyerang markas RAF di Siprus merupakan buatan Iran. Namun, tidak diketahui dari mana pesawat tanpa awak tersebut ditembakkan. 

1. Serangan drone terjadi usai Inggris bersedia membantu Amerika Serikat menyerang Iran

potret bendera Inggris (unsplash.com/David Clode)

Serangan drone di markas RAF ini terjadi tidak lama usai Inggris menyatakan kesediaannya untuk membantu Amerika Serikat menyerang Iran. Sebab, Inggris saat ini sudah mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iran. 

Meski begitu, Inggris tidak terlibat secara langsung dalam membantu Negeri Paman Sam berperang melawan Iran. Sejauh ini, mereka hanya ingin membantu AS di balik layar. 

“AS telah meminta izin untuk menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk tujuan pertahanan yang spesifik dan terbatas. Kami telah menerima permintaan ini untuk mencegah Iran menembakkan rudalnya di seluruh wilayah, membunuh warga sipil yang tidak bersalah, membahayakan nyawa warga Inggris, dan mengenai negara-negara yang tidak terlibat,” demikian bunyi pernyataan resmi Pemerintah Inggris dilansir The Guardian.

2. AS dan Israel masih melakukan serangan terhadap Iran

ilustrasi serangan udara (unsplash.com/Ben Koorengevel)

Hingga saat ini, AS dan Israel masih melakukan serangan terhadap Iran. Konflik ini juga makin meluas ke negara-negara Timur Tengah lainnya, seperti Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Sebab, Iran mulai melancarkan serangan ke negara-negara tersebut.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan, langkah ini dilakukan karena Iran ingin melakukan serangan balasan ke markas militer AS yang ada di Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Jika markas militer AS hancur, maka kekuatan mereka untuk melawan Iran akan berkurang.

“Operasi ini akan terus berlanjut tanpa henti sampai musuh dikalahkan secara telak. Semua aset AS di seluruh wilayah tersebut dianggap sebagai target yang sah bagi tentara Iran,” bunyi pernyataan resmi IRGC dilansir Al Jazeera.

3. Negara-negara NATO mengecam serangan balasan Iran ke AS

potret logo NATO (unsplash.com/Marek Studzinski)

Serangan balasan yang dilakukan Iran mendapat kecaman dari negara anggota NATO, yakni Inggris, Prancis, dan Jerman. Mereka meminta Iran untuk segera menghentikan serangannya ke Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Sebab, hal ini bisa menyebabkan situasi di Timur Tengah makin kacau.

"Kami menyerukan kepada Iran untuk segera menghentikan serangan-serangan sembrono ini," bunyi pernyataan bersama Inggris, Prancis, dan Jerman yang dirilis pada Minggu (1/3/2026) dilansir France 24.

"Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan kami dan sekutu kami di kawasan ini (Timur Tengah). Kami bisa melakukan tindakan defensif untuk menghancurkan kemampuan Iran menembakkan rudal dan pesawat tanpa awak dari sumbernya," lanjut pernyataan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team