NATO Janji Akan Bantu Bulgaria dari Ancaman Iran

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara NATO, Martin O’Donnell mengatakan bahwa aliansi militer NATO akan membantu Bulgaria dari ancaman Iran. Ia memastikan NATO akan melindungi seluruh anggotanya dari ancaman negara lain.
“Kami melihat saat Iran menembakkan misil ke Turki. Sebagai anggota aliansi, NATO sudah ikut menjaga pertahanan Turki. Kami akan melanjutkan mempertahankan anggota dari semua ancaman Iran atau negara lain,” tuturnya, dikutip dari BNE Intellinews, Jumat (24/7/2026).
Sebelumnya, Parlemen Bulgaria menyetujui penggunaan pangkalan militer Bezmer untuk operasi Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Kabar itu membuat geram Iran dan mengancam akan membalas Bulgaria.
1. EUCOM akan memantau segala ancaman ke Bulgaria

Komando Militer AS di Eropa (EUCOM) mengatakan akan memonitor terus kemungkinan ancaman di kawasan, terutama ancaman ke Bulgaria. Terlebih setelah persetujuan Bulgaria untuk menampung pesawat tempur dan militer AS di Bezmer.
Dilansir Novinite, EUCOM memastikan bahwa Bulgaria tetap bagian dari kapabilitas pertahanan regional AS di pertahanan timur NATO. Pihaknya menekankan bahwa kerja sama antara otoritas Bulgaria dan seluruh negara sekutu semakin kuat.
2. PM Bulgaria pastikan serangan AS ke Iran tidak dilakukan dari negaranya

Perdana Menteri (PM) Bulgaria, Rumen Radev mengatakan bahwa operasi AS ke Iran tidak dilakukan di teritori Bulgaria. Menurutnya, pesawat AS yang singgah di Bulgaria hanya untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) untuk operasi di Timur Tengah.
Ia mengutarakan bahwa Bulgaria memiliki hubungan baik dengan Iran. Namun, Radev menyebut, AS dan Iran sama-sama bertanggung jawab atas konflik ini yang berbuntut pada ketidakpastian global.
“Ini waktunya untuk tidak melihat kembali penyelesaian masalah dengan senjata. Bulgaria menyerukan agar kedua pihak menarik diri dari konflik karena ini juga kepentingan Eropa dan Bulgaria,” tuturnya, dilansir dari The Sofia Globe.
3. Bulgaria berkomitmen penuh pada UE dan NATO

Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Bulgaria, Velislava Petrova mengatakan bahwa negaranya masih berkomitmen penuh pada Uni Eropa (UE) dan NATO. Menurutnya, menjadi bagian dari UE dan NATO dapat melindungi kepentingan nasional Bulgaria.
Petrova menambahkan, pemerintahan baru Bulgaria menerima mandat dari rakyat untuk mengakhiri masa ketidakpastian. Menurutnya, negara Eropa Timur itu akan berubah dan melepaskan diri dari pengaruh kebijakan negara lain dan menjadikannya negara yang dapat diandalkan.


















