Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mau Gabung UE, Rusia Ancam Naikkan Harga Gas Alam ke Armenia
ilustrasi pipa gas alam (unsplash.com/bobbymills)
  • Rusia mengancam memutus pasokan gas murah ke Armenia setelah Yerevan menyatakan niat bergabung dengan Uni Eropa, termasuk membatalkan perjanjian bilateral tahun 2013.
  • Pemerintah Armenia menolak ancaman Rusia, dengan PM Nikol Pashinyan menyebut langkah Moskow tidak logis dan menegaskan kemandirian negaranya di sektor pertahanan.
  • Sebelum ancaman gas, Rusia sudah membatasi impor produk Armenia seperti air mineral dan bunga, sementara Armenia masih bergantung 80 persen pada pasokan gas dari Rusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Rusia, pada Rabu (27/5/2026), mengancam akan memutus pasokan gas alam murah ke Armenia. Ancaman ini menyusul keinginan Yerevan untuk bergabung dalam Uni Eropa (UE). 

“Rusia sudah bersiap untuk membatalkan sepihak perjanjian bilateral tahun 2013 yang menjamin pengiriman gas alam, produk bahan bakar minyak (BBM), dan berlian bebas bea ekspor ke Armenia,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, dikutip dari The Moscow Times

Beberapa tahun terakhir, hubungan Rusia dan Armenia terus memanas. Ketegangan disebabkan oleh keengganan CSTO untuk membantu melawan Azerbaijan usai pecahnya konflik Nagorno-Karabakh. 

1. Rusia kirim surat peringatan ke Armenia

Bendera Rusia. (pixabay.com/michel_van_der_vegt)

Menteri Energi Ruisa, Sergei Tsivilev sudah mengirimkan surat kepada pemerintah Armenia. Surat tersebut berisikan peringatan mengenai upaya Armenia bergabung dalam UE tidak sejalan dengan kerja sama antara Moskow dan Yerevan. 

Dilansir RFE/RL, Rusia mengklaim berhak membatalkan perjanjian antara kedua negara yang ditetapkan sejak 2013 secara sepihak. Perjanjian tersebut disetujui oleh kedua negara sebelum aksesi Armenia untuk jadi anggota Uni Ekonomi Eurasia (UEE). 

2. Armenia sebut ancaman Rusia tidak logis

ilustrasi bendera Armenia (unsplash.com/@edgar_t)

Perdana Menteri (PM) Nikol Pashinyan menolak ultimatum dari Rusia. Menurutnya, ancaman Moskow tersebut tidak logis dan tidak beralasan. 

“Ini sangat tidak logis karena bertujuan untuk menakut-nakuti warga Armenia dengan harga gas alam yang melambung. Di sisi lain, keanggotaan Armenia dalam UE akan memberikan uang lebih banyak dan harga gas alam tersebut tidak lagi terasa mahal,” paparnya. 

Pashinyan juga mengutarakan bahwa Armenia semakin mandiri dalam industri pertahanan. Ia menyebut, Armenia sudah memiliki kompleks industri pertahanan sendiri dan menjual senjata ke negara maju. 

3. Rusia sudah menetapkan pembatasan ke sejumlah produk Armenia

Bendera Rusia. (pixabay.com/fotiniya)

Sebelumnya, Rusia sudah menetapkan kebijakan pembatasan produk Armenia, seperti air mineral dan bunga. Kebijakan ini ditetapkan menyusul memburuknya hubungan kedua negara dan rencana Armenia bergabung dengan UE. 

Sementara itu, Armenia masih bergantung pada impor gas alam dari Rusia yang mencapai 80 persen dari seluruh pasokan. Gas alam tersebut sangat dibutuhkan untuk sejumlah sektor penting di negara Kaukasus Selatan tersebut, termasuk di sektor agribisnis. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article