Istana Sampaikan Prihatin KM Salsa Kecelakaan di Kepulauan Selayar

- Istana melalui Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan keprihatinan atas kecelakaan KM Nurul Salsa di perairan Selayar dan memastikan koordinasi dengan Basarnas untuk pencarian korban terus dilakukan.
- Sebanyak 59 penumpang berhasil ditemukan selamat, termasuk tujuh orang yang diselamatkan kapal nelayan setelah terombang-ambing di laut selama beberapa hari akibat kerusakan mesin kapal.
- Basarnas Makassar mencatat satu korban meninggal dunia dan 18 penumpang masih dalam pencarian dari total 78 orang yang berada di kapal saat insiden terjadi.
Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan rasa prihatin terjadinya kecelakaan KM Nurul Salya laut di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Rabu (15/7/2026). Istana juga sudah berkoordinasi langsung dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) terkait peristiwa tersebut.
"Kami sampaikan rasa keprihatinan karena ada kejadian lagi KM Nurul Salsa di Selayar. Dan kami sudah berkoordinasi juga dengan Kabasarnas untuk terus melakukan pencarian semaksimal mungkin," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/7/2026).
1. Sebanyak 59 penumpang ditemukan

Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar mencatat korban selamat dalam musibah tenggelamnya KM Nurul Salsa sebanyak 59 orang, hingga Minggu (19/7/2026). Sedangkan 18 orang lainnya masih dalam pencarian.
KM Nurul Salsa sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan laut di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Rabu (15/7/2026), akibat mengalami kerusakan mesin. Kapal memuat 78 penumpang termasuk kru.
Hingga Senin siang (20/7/2026), tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi penyisiran di perairan sekitar lokasi tenggelamnya kapal.
2. Tujuh korban selamat ditemukan dalam dua hari

Lima orang penumpang KM Nurul Salsa ditemukan dalam kondisi selamat di perairan Sangeang, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (18/7/2026). Mereka ditemukan oleh KMN Sinar Mattoanging 04 Bulukumba, setelah terombang-ambing di laut selama empat hari. Identitas kelima korban selamat yang berhasil ditemukan adalah Sitti Amang (P/55 tahun), Andi Samad (L/62 tahun), Asseng (P/23 tahun), Diska (P/7 tahun) dan Sri Ardita (P/17 tahun).
Sehari berselang, Minggu, dua korban ditemukan selamat oleh kapal nelayan KM Bari-Baria 05 di perairan Pulau Sanipa, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep. Mereka adalah Asmal alias Jamsal (24) dan Nurmiati (46). Para korban yang ditemukan bertahan hidup di laut dengan berpegangan pada gabus yang mengapung.
Bupati Kepulauan Selayar, Muhammad Natsir Ali, yang terus memantau perkembangan operasi SAR, berkoordinasi melalui sambungan telepon dengan pihak kapal penemu untuk memperoleh informasi terbaru terkait keberadaan korban lainnya. Bupati juga meminta dukungan dan bantuan pemerintah daerah lain dalam upaya pencarian terhadap enam korban yang diduga masih bertahan di atas gabus tersebut.
"Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar terus mengintensifkan koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar seluruh korban dapat segera ditemukan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan agar proses pencarian membuahkan hasil terbaik dan seluruh korban yang masih berada di laut dapat segera diselamatkan," ujar Bupati.
3. Masih ada 18 penumpang dalam pencarian

Berdasarkan data terbaru Basarnas MAkassar, total korban selamat kini mencapai 59 orang. Sementara satu korban meninggal dunia atas nama Salmawati (34). Dengan demikian, sebanyak 60 dari total 78 penumpang KM Nurul Salsa telah ditemukan. Rinciannya, 59 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.
Hingga saat ini, masih ada 18 penumpang yang belum ditemukan. Mereka adalah Cia (19), Bau Intang (50), Sahrul Amin (53), Madang (50), Januari (12), Maridaeng (60), Umar (80), Naura (13), Nurhayati (45), Malida (31), Hasbi (41), Hasriani (18), Jusriawati (24), Arfandi (27), Jaenuddin (51), Musliana (22), Hasriati (44), dan Naila (19).
Berikut ini pembaruan data Basarnas Makassar tentang korban tenggelamnya KM Nurul Salsa, hingga Senin (20/7/2026):
Jumlah korban: 78 orang
Ditemukan selamat:
1.Fildayanti 21 tahun
2.Abraf 3 tahun
3.Abrar 5 tahun
4.Marlinana 31 tahun
5.Wirda 38 tahun
6.Ismail 36 tahun
7.Sofyan 48 tahun
8.Ratang 38 tahun
9.Andi Ratuh 46 tahun
10.Arfandi 36 tahun
11.Wail / Nail 17 tahun
12.Basriadi 45 tahun
13.Dahlia 27 tahun
14.Safutra 2 tahun
15.Nur Aeda 50 tahun
16.Halmiati 37 tahun
17.H.Bahri 70 tahun
18.Agung Akbar 15 tahun
19.Farhan Ihwani 15 tahun
20.Rosmaeni 59 tahun
21.Naila 12 tahun
22.Alfati 8 tahun
23.Jinar 20 tahun
24.Imel Aulia 19 tahun
25.Nur Aisyah 20 tahun
26.Elianti Nur 19 tahun
27.Tasmar 49 tahun
28.Jumrawahti 41 tahun
29.Nirdawati 36 tahun
30.Muh.Akip 25 tahun
31.Akil Akbar 20 tahun
32.Andi Sahril 40 tahun
33.Yusuf 46 tahun
34.Jasdim 36 tahun
35.Nawir 51 tahun
36.Naya 18 tahun
37.Wahyudi 19 tahun
38.Junaedi 56 tahun
39.Muhammad Askar 4 tahun
40.Salla 46 tahun
41.Anhar 26 tahun
42.Nasman 32 tahun
43.Riswan 5 tahun
44.Arjun 20 tahun
45.Zikri 19 tahun
46.Masran 30 tahun
47.Irfandi 22 tahun
48.Saldianto 25 Thn
49.Dani 35 tahun
50.Marling 36 tahun
51.Igo 27 tahun
52.H. Asdar 46 tahun
53.Sitti Amang 55 tahun
54.Andi Samad 62 tahun
55.Diska 7 tahun
56.Asseng 23 tahun
57. Sri Ardita 17 tahun
58. Nurmiati 46 tahun
59.Jasmal 24 tahun
Meninggal dunia:
1.Salmawati 34 tahun
Dalam Pencarian:
1.Cia 19 tahun
2.Bau Intang 50 tahun
3.Sahrul Amin 53 tahun
4.Madang 50 tahun
5.Januari 12 tahun
6.Maridaeng 60 tahun
7.Umar 80 tahun
8.Naura 13 tahun
9.Nurhayati 45 tahun
10.Malida 31 tahun
11.Hasbi 41 tahun
12.Hasriani 18 tahun
13. Jusriawati 24 tahun
14. Arfandi 27 tahun
15.Jaenuddin 51 tahun
16.Musliana22 tahun
17.Hasriati 44 tahun
18. Naila 19 tahun.















