Pramono Baru Tahu SDN Kebayoran Roboh 2 Tahun, Janji Segera Perbaiki

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung baru mengetahui SDN Kebayoran Lama Selatan 09 roboh dua tahun lalu dan berjanji segera memperbaikinya setelah kasus ini viral.
Sebanyak 274 siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 terpaksa menumpang belajar di sekolah sebelah dengan sistem tiga shift karena bangunan utama belum diperbaiki.
Sekolah roboh pada 27 November 2024 saat libur Pilkada akibat kondisi bangunan rapuh, namun hingga kini belum ada perbaikan berarti dari pemerintah daerah.
Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku baru tahu SDN Kebayoran Lama Selatan 09 sudah dua tahun roboh tidak diperbaiki sampai saat ini. Pramono baru mengetahui dari liputan IDN Times di lokasi sekolah pada Senin (20/7/20276).
"SD negeri di Kebayoran lama tentunya segera tangani. Terus terang saya baru tahu ketika ini viral," ucapnya di Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
1. Pramono akan segera perbaiki

Pramono menegaskan pihaknya akan memberikan atensi khusus perbaikan SDN Kebayoran Lama 9. Terkait kepastian pembangunan kembali, Pramono memastikan akan segera dilakukan.
"Jadi lapangannya Jakarta yang begitu luas, bagi saya yang viral-viral itu pasti akan saya kasih atensi khusus untuk selesaikan," katanya.
2. Sebanyak 274 siswa masih menumpang belajar

Kepala SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Kenhayati Dwi Rahmini, mengatakan sebanyak 274 siswa terpaksa menumpang belajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 11. Keterbatasan ruang membuat kegiatan belajar mengajar dilakukan bergantian hingga tiga shift selama dua tahun.
"Siswanya itu sementara menumpang di sebelah, Itu siswanya 274 kalau gak salah. Ada 10 rombel (rombongan belajar)," ucapnya saat ditemui IDN Times di lokasi, Senin (20/7/2026).
3. Roboh selama dua tahun dibiarkan

Kenhayati mengingat kembali peristiwa yang mengubah aktivitas belajar di sekolahnya. Saat itu, sekolah libur karena bertepatan dengan momen Pilkada tepatnya 27 November 2024. Kenhayati menduga bangunan roboh karena sudah rapuh sehingga pada pagi hari, penjaga sekolah mendengar suara atap jatuh. Terlihat rangka jatuh hingga atapnya berkeping-keping. Beruntung tidak ada korban.
"Robohnya itu saat libur Pilkada, tepatnya 27 November 2024. Awalnya atapnya melengkung namun setelah hujan deras menjelang Magrib akhirnya ambruk," ujarnya kepada IDN Times.
Sejak insiden itu, ratusan siswa harus berbagi kelas dengan menumpang di sekolah tetanggamu. Kenhayati memaparkan siswa kelas 1 baru bisa melaksanakan pembelajaran pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB. Setelah itu, ruangan yang sama digunakan siswa kelas lainnya hingga pukul 17.00 WIB.















