Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Meksiko Larang Penggunaan Ponsel di Sekolah Dasar dan Menengah

2 min read
Meksiko Larang Penggunaan Ponsel di Sekolah Dasar dan Menengah
Bendera Meksiko (unsplash.com/Chantel)
  • Pemerintah Meksiko melarang penggunaan ponsel dan tablet di sekolah negeri dasar-menengah selama jam sekolah mulai 3 November 2026, kecuali untuk darurat atau pembelajaran terencana.
  • Regulasi dibuat karena gawai dinilai mengganggu fokus dan keterlibatan belajar; data PISA mencatat siswa memakai perangkat sekitar 2,7 jam di sekolah, dengan hampir separuhnya nonakademik.
  • Aturan ini didukung 81 persen dari lebih 565.000 tenaga pendidik, sementara 83 persen orang tua khawatir penggunaan digital anak dan empat dari 10 siswa terganggu gawai teman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Meksiko mengumumkan kebijakan nasional untuk membatasi penggunaan ponsel di sekolah dasar dan menengah pada Selasa (22/9/2026). Kebijakan tersebut akan berlaku di sekolah negeri mulai 3 November 2026.

Aturan ini melarang siswa menggunakan ponsel dan tablet selama jam sekolah, termasuk saat berada di kelas dan waktu istirahat. Pemerintah menyebut kebijakan tersebut bertujuan mendukung proses belajar serta kesehatan dan kesejahteraan siswa.

  1. 1. Larangan berlaku dari bel masuk hingga pulang sekolah

    Regulasi tersebut berlaku bagi sekolah dasar dan menengah dalam sistem pendidikan publik Meksiko. Penggunaan perangkat tetap diperbolehkan dalam keadaan darurat atau untuk kegiatan pembelajaran yang telah direncanakan.

    Sementara itu, sekolah menengah atas dan perguruan tinggi diberi kewenangan untuk menetapkan aturan penggunaan perangkat masing-masing.

    "Kesepakatan ini merupakan langkah mendasar untuk menjaga hak-hak anak dan remaja dengan memajukan kesehatan mental dan pembelajaran mereka," ujar Menteri Pendidikan Meksiko, Mario Delgado.

  2. 2. Penggunaan gawai dinilai mengganggu fokus belajar

    Pemerintah Meksiko menyusun regulasi tersebut setelah mengkaji dampak penggunaan perangkat digital terhadap proses belajar siswa. Penggunaan gawai selama jam sekolah dinilai dapat mengganggu konsentrasi dan mengurangi keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.

    Data PISA menunjukkan siswa di Meksiko rata-rata menggunakan perangkat digital selama sekitar 2,7 jam di sekolah. Hampir separuh waktu tersebut digunakan untuk aktivitas yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. Penggunaan perangkat untuk keperluan nonakademik juga dikaitkan dengan capaian yang lebih rendah dalam pemahaman bacaan.

    "Tujuannya adalah untuk mengembalikan kreativitas dan menghindari penggunaan ponsel secara berlebihan yang dapat memberikan dampak negatif," kata Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, dilansir Free Malaysia Today.

  3. 3. Kebijakan didukung mayoritas tenaga pengajar

    Pembatasan penggunaan ponsel tersebut mendapat dukungan dari mayoritas guru yang dikonsultasikan pemerintah. Survei terhadap lebih dari 565.000 tenaga pendidik menunjukkan 81 persen responden mendukung aturan yang lebih ketat terkait penggunaan ponsel di sekolah.

    Kekhawatiran mengenai penggunaan gawai juga dirasakan orang tua. Lebih dari 83 persen orang tua menyatakan khawatir terhadap tingginya penggunaan perangkat digital oleh anak-anak. Sementara itu, sekitar empat dari 10 siswa di Meksiko mengatakan kegiatan belajar mereka kerap terganggu oleh penggunaan perangkat digital oleh teman sekelas.

    Kebijakan Meksiko menambah daftar negara yang telah menerapkan pembatasan penggunaan ponsel di sekolah, termasuk Prancis, Selandia Baru, dan Australia.

    "Banyak tempat di seluruh dunia yang mengatur hal ini, dan pertanyaannya adalah bagaimana kita dapat bersepakat mengatur konten media sosial atau algoritmanya," tutur Presiden Sheinbaum.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More