Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Presiden Meksiko Tegaskan Negaranya Bukan Koloni AS Usai Ulah Trump

Presiden Meksiko Tegaskan Negaranya Bukan Koloni AS Usai Ulah Trump
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum. (x.com/Claudia Sheinbaum Pardo)
  • Claudia Sheinbaum menegaskan Meksiko tidak akan menjadi koloni atau protektorat negara asing.
  • Pernyataan itu muncul setelah Donald Trump mengunggah peta Meksiko, Kanada, dan AS dengan motif bendera Amerika Serikat.
  • Gagasan mengganti nama New Mexico menjadi New America ditolak karena perubahan nama memerlukan proses konstitusional tingkat negara bagian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Setuju New Mexico diubah menjadi New America?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan negaranya tidak akan menjadi koloni maupun protektorat negara asing. Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengunggah peta yang menggambarkan wilayah Meksiko, Kanada, dan AS dalam warna serta motif bendera Amerika Serikat.

“Pada bulan tanah air kita, kami menegaskan kembali bahwa Meksiko bukan dan tidak akan menjadi koloni atau protektorat negara asing. Kami dengan bangga merupakan negara yang bebas, merdeka, dan berdaulat,” kata Sheinbaum melalui unggahan di X, seperti dikutip dari Anadolu, Senin (7/9/2026).

Trump sebelumnya mengunggah peta tersebut melalui platform Truth Social tanpa memberikan penjelasan mengenai maksud gambar itu. Dalam peta tersebut, wilayah AS, Meksiko, dan Kanada terlihat tertutup warna dan garis bendera AS, sementara sejumlah wilayah lain juga ditampilkan di bawah bendera tersebut.

  1. 1. Sheinbaum tegaskan kedaulatan Meksiko

    Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum. (EneasMx, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)
    Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum. (EneasMx, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)

    Pernyataan Sheinbaum muncul ketika hubungan Meksiko dan AS kembali diwarnai ketegangan terkait keamanan, perdagangan, serta isu migrasi. Pemerintah Meksiko selama ini menempatkan kedaulatan nasional sebagai prinsip penting dalam menghadapi kebijakan dan pernyataan pemerintahan Trump.

    Sheinbaum berulang kali menegaskan, kerja sama dengan Washington tetap diperlukan, tetapi harus dibangun berdasarkan penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara. Pemerintahnya berupaya mempertahankan hubungan kooperatif dengan AS sembari menolak tindakan yang dinilai dapat mengganggu posisi Meksiko sebagai negara berdaulat.

    Kedua negara sendiri memiliki hubungan ekonomi yang sangat erat. Meksiko dan AS berbagi perbatasan sepanjang sekitar 3.145 kilometer dan terhubung melalui United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA), yang menjadi kerangka penting bagi perdagangan ketiga negara Amerika Utara tersebut.

  2. 2. Trump usul negara bagian New Mexico diubah jadi New America

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump (commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

    Unggahan peta tersebut muncul tidak lama setelah Trump mempromosikan gagasan untuk mengganti nama negara bagian New Mexico menjadi ‘New America’. Trump membagikan gambar peta New Mexico dengan kata ‘Mexico’ yang dicoret menggunakan tanda silang merah dan diganti dengan kata ‘America’.

    Trump kemudian mengunggah video yang tampaknya dibuat dengan kecerdasan buatan (AI), memperlihatkan dirinya menempelkan label bertuliskan America di atas kata Mexico” pada rambu bertuliskan ‘Welcome to New Mexico’. Gedung Putih juga membagikan kembali unggahan tersebut melalui akun X resminya.

    Namun, Trump tidak memiliki kewenangan hukum untuk mengubah nama sebuah negara bagian secara sepihak. Dalam kasus New Mexico, nama negara bagian tersebut tercantum dalam konstitusi negara bagian sehingga perubahan harus melalui proses di tingkat negara bagian.

    Gubernur New Mexico Michelle Lujan Grisham langsung menolak gagasan tersebut. “Nama New Mexico tidak untuk diperdebatkan—nama itu sudah menjadi milik kami sejak sebelum Amerika Serikat berdiri,” tulisnya di media sosial.

  3. 3. Nama New Mexico punya sejarah panjang

    Los Alamos di New Mexico
    Los Alamos di New Mexico (commons.wikimedia.org/Aaron Zhu)

    Penolakan juga datang dari anggota Kongres AS asal New Mexico. Perwakilan Melanie Stansbury merespons dengan menegaskan nama negara bagian tersebut memiliki sejarah, budaya, dan ikatan keluarga selama beberapa generasi.

    Dua senator Demokrat dari New Mexico juga ikut menentang unggahan Trump. Senator Martin Heinrich menegaskan bahwa sejumlah wilayah harus tetap disebut dengan nama aslinya, termasuk Gulf of Mexico dan New Mexico.

    Nama New Mexico sendiri telah digunakan jauh sebelum berdirinya Amerika Serikat. Pada abad ke-16, masyarakat Meksiko menggunakan istilah “New Mexico” untuk menyebut wilayah di utara dan barat Sungai Rio Grande. Nama tersebut kemudian menjadi bagian resmi dari identitas negara bagian itu.

    Berbeda dengan perubahan nama sejumlah fitur geografis yang sebelumnya didorong Trump, perubahan nama negara bagian memiliki proses hukum yang berbeda. Nama New Mexico tercantum dalam Pasal 1 Konstitusi negara bagian, sehingga perubahan resmi membutuhkan proses konstitusional di tingkat negara bagian, bukan sekadar keputusan pemerintah federal.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More