Jakarta, IDN Times - Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis, Catherine Vautrin pada Kamis, 24 September 2026 mengunjungi PT PAL, Surabaya. Ia ingin melihat perkembangan pembangunan kapal selam Scorpene di perusahaan dirgantara tersebut.
Pemerintah pada 2024 lalu meneken kontrak pembelian dua kapal selam buatan Prancis, Scorpene. Namun, berdasarkan kesepakatan, seluruh proses yang dimulai dari pemotongan baja, perakitan, fabrikasi hingga uji coba dikerjakan di galangan PT PAL Surabaya.
Proses pemotongan baja sudah dilakukan pada Juli 2026 lalu. PT PAL Surabaya bekerja sama dengan perusahaan asal Prancis, Naval Group untuk bisa membangun dua kapal selam tersebut.
Menhan Vautrin mengatakan keberhasilan program kapal selam membutuhkan keahlian, ketelitian, dan komitmen dari para pekerja, teknisi, engineer, hingga para pemimpin di sektor industri serta militer.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para insinyur, pekerja, teknisi, serta para pemimpin di sektor industri serta militer. Keberhasilan program ini akan bergantung pada keahlian, ketelitian dan komitmen teguh Anda," ungkap Vautrin di dalam keterangan tertulis pada Jumat, 25 September 2026.
Sementara, berdasarkan informasi dari PT PAL, pembangunan kedua kapal selam kini masuk ke tahap konstruksi fisik di Indonesia. "Kerja sama itu juga mencakup transfer kapasitas dan teknologi dari Naval Group ke PT PAL," demikian yang disampaikan PT PAL.
