Trump Sebut Arab Saudi Bakal Terima Bantuan Israel Perangi Houthi

- Donald Trump mengatakan Arab Saudi kemungkinan menerima bantuan Israel melawan Houthi, yang menurutnya dapat mendorong Riyadh bergabung dalam Abraham Accords.
- Trump menyebut Arab Saudi membutuhkan dukungan menghadapi peningkatan serangan Houthi dan akan senang menerima bantuan dari Israel maupun Amerika Serikat.
- Laporan Haaretz menyebut Putra Mahkota Mohammed bin Salman menolak tawaran Israel karena potensi reaksi publik; Arab Saudi juga belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan, Arab Saudi kemungkinan besar akan menerima tawaran bantuan dari Israel untuk memerangi Houthi di Yaman. Trump menganggap bantuan dari Israel nantinya bisa membuat Riyadh bergabung ke dalam Abraham Accords untuk menormalisasi hubungan dengan Tel Aviv.
"Ya, saya rasa begitu. Saya pikir mereka (Arab Saudi)akan melakukannya (menerima bantuan dari Arab Saudi). Tentu saja. Israel telah sangat membantu Arab Saudi dan, ya, mereka pasti akan melakukannya,” ujar Trump saat diwawancara sejumlah wartawan pada Jumat (16/10/2026), seperti dilansir Jerusalem Post.
1. Trump sebut Arab Saudi akan senang jika dibantu Israel

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pidato kepada aparat penegak hukum dan anggota Garda Nasional di Fasilitas Operasi Anacostia Kepolisian AS di Washington, D.C., pada 21 Agustus 2025. (commons.wikimedia.org/Daniel Torok) Dalam pernyataannya, Trump juga menyebut Arab Saudi pasti akan senang jika dibantu Israel. Ini karena Riyadh saat ini memang sedang membutuhkan banyak uluran tangan untuk menangkal serangan bertubi-tubi dari Houthi. Sebab, dalam beberapa hari terakhir ini, milisi yang sudah masuk daftar organisasi teroris itu semakin meningkatkan serangannya ke Arab Saudi.
“Namun, Arab Saudi sangat senang menerima dukungan dari Israel dan dari kami,” tambah Trump saat ditanya wartawan.
2. Arab Saudi dikabarkan menolak bantuan Israel untuk memerangi Houthi

potret Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (commons.wikimedia.org/Saudi Press Agency) Pernyataan Trump tadi sebetulnya bertentangan dengan sikap Arab Saudi yang sebenarnya. Sebab, Riyadh dikabarkan sudah menolak mentah-mentah bantuan dari Israel untuk memerangi Houthi. Kabar itu pertama kali disampaikan oleh media Israel, Haaretz, berdasarkan informasi dari sumber diplomatik anonim pada Senin (12/10/2026) lalu.
Dalam laporannya, Haaretz menyebut penolakan itu disampaikan oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Mohammed menilai, jika dirinya menerima tawaran Israel, publik Arab Saudi pasti akan memberikan reaksi negatif. Sebab, itu sama saja Arab Saudi setuju bekerja sama dengan negara yang menjadi pelaku genosida di Palestina.
3. Arab Saudi tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel

potret bendera Israel (unsplash.com/Levi Meir Clancy) Hingga saat ini, hubungan Arab Saudi dan Israel tidak dekat. Riyadh juga tidak punya perwakilan diplomatik resmi alias kedutaan besar di Tel Aviv. Sebab, Arab Saudi merupakan salah satu negara yang paling vokal mengecam agresi Israel di wilayah Palestina, seperti Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.
Oleh karena itu, Trump sangat berharap Arab Saudi mau menerima tawaran dari Israel untuk memerangi Houthi. Sebab, Trump ingin mendorong Riyadh agar menormalisasi hubungan diplomatiknya dengan Tel Aviv seperti negara-negara yang sudah bergabung dengan Abraham Accords.





















