Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menlu Sugiono: Upaya Damai Harus Bawa Perubahan Nyata di Gaza
Pertemuan Group of Eight di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB. (Dok. Kemlu RI)
  • Menlu RI Sugiono menilai upaya diplomatik harus membawa perubahan nyata yang dirasakan rakyat Palestina, khususnya di Gaza.

  • Indonesia mendorong bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, serta tekanan diplomatik bersama untuk menjaga proses perdamaian.

  • Group of Eight memperkuat koordinasi dengan sejumlah mitra, termasuk Amerika Serikat, dalam pembahasan perdamaian Gaza.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025

Koordinasi delapan negara Arab dan Islam diinisiasi pada High-Level Week Sidang Majelis Umum ke-80 PBB. Sejak itu, koordinasi Group of Eight terus diperkuat melalui pelibatan berbagai mitra.

Senin (21/9/2026)

Sugiono menyampaikan pernyataan dalam Ministerial Coordination Meeting of the Group of Eight Arab and Islamic Countries.

Selasa (22/9/2026)

Kemlu RI memuat penegasan Sugiono mengenai kebutuhan bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, dan perubahan nyata di Gaza.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sugiono menegaskan upaya perdamaian Palestina harus menghasilkan perubahan nyata di Gaza.
  • Who?
    Menteri Luar Negeri RI Sugiono, Indonesia, dan Group of Eight Arab dan Islam terlibat dalam koordinasi tersebut.
  • Where?
    Lokasi pertemuan per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Pernyataan disampaikan dalam pertemuan pada Senin (21/9/2026) dan dimuat dalam siaran pers Kemlu RI pada Selasa (22/9/2026).
  • Why?
    Untuk mendorong kemajuan perdamaian Palestina serta memastikan suara dan partisipasi masyarakat Palestina menjadi bagian penting dalam prosesnya.
  • How?
    Melalui koordinasi antarpemerintah, tekanan diplomatik bersama, pendekatan dengan berbagai mitra, dan pelibatan Amerika Serikat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pak Sugiono bilang Indonesia ingin Palestina damai. Ia berkata orang-orang di Gaza belum merasakan perubahan. Pak Sugiono bertemu dengan negara-negara lain untuk bekerja bersama. Mereka ingin bantuan kemanusiaan mengalir, ada gencatan senjata, dan perdamaian di Gaza bisa terus didorong.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Koordinasi Indonesia dengan delapan negara Arab dan Islam menunjukkan adanya upaya bersama untuk menjaga momentum diplomatik bagi Palestina. Pelibatan berbagai mitra, termasuk Amerika Serikat, memperluas pembahasan perdamaian. Penekanan pada bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, serta partisipasi masyarakat Palestina juga menempatkan kebutuhan rakyat sebagai bagian dari proses.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendorong perdamaian di Palestina. Namun, dia menilai upaya diplomatik yang selama ini dilakukan belum menghasilkan perubahan nyata yang dirasakan rakyat Palestina, khususnya di Gaza.

“Kita berkomitmen untuk tegaknya perdamaian, tetapi rakyat Palestina belum melihat perubahan nyata. Dalam jangka pendek, yang mereka butuhkan adalah mengalirnya bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, dan berhentinya pembunuhan di Gaza,” kata Sugiono dalam siaran pers Kemlu RI, Selasa (22/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam Ministerial Coordination Meeting of the Group of Eight Arab and Islamic Countries pada Senin (21/9/2026). Pertemuan itu melibatkan Indonesia bersama Arab Saudi, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Turki, dan Pakistan.

1. Sugiono soroti situasi Gaza yang memburuk

Sugiono menekankan, prioritas saat ini adalah memastikan berbagai upaya perdamaian tidak berhenti pada proses diplomasi, tetapi menghasilkan perubahan di lapangan. Hal itu dinilai semakin penting karena kondisi di Gaza terus memburuk.

“Kita harus menyampaikan pesan yang kuat. Kita ingin melihat bahwa upaya yang kita lakukan benar-benar menghasilkan kemajuan dan perubahan bagi rakyat Palestina,” kata Sugiono.

Menurut Sugiono, negara-negara yang terlibat dalam koordinasi tersebut perlu mempertahankan tekanan diplomatik secara bersama-sama. Pesan yang disampaikan, kata dia, harus tegas dan seirama agar dorongan terhadap proses perdamaian tetap terjaga.

2. Delapan negara Arab dan Islam perkuat koordinasi

Sugiono juga menekankan pentingnya Group of Eight terus menyuarakan pesan bersama tentang perdamaian Palestina. Koordinasi antarpemerintah dinilai diperlukan untuk menjaga momentum diplomatik di tengah situasi Gaza yang masih berlangsung.

Indonesia sendiri menyatakan akan terus melakukan pendekatan dengan berbagai mitra untuk mendorong kemajuan proses perdamaian Palestina. Pemerintah juga menilai keterlibatan masyarakat Palestina menjadi salah satu aspek penting dalam membangun perdamaian yang berkelanjutan.

Pertemuan tingkat menteri tersebut menjadi bagian dari koordinasi delapan negara Arab dan Islam yang sebelumnya diinisiasi pada High-Level Week Sidang Majelis Umum ke-80 PBB pada 2025. Koordinasi itu ditujukan untuk mencari langkah konkret dalam penyelesaian isu Palestina.

3. AS ikut dilibatkan jaga momentum diplomatik

Sejak diinisiasi pada 2025, koordinasi Group of Eight terus diperkuat melalui pelibatan berbagai mitra. Salah satunya Amerika Serikat yang turut dilibatkan dalam pembahasan untuk menjaga momentum diplomatik dan mendorong langkah bersama menuju perdamaian di Gaza.

Keterlibatan berbagai negara tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penyelesaian persoalan Palestina melalui jalur diplomasi. Indonesia menyatakan akan terus menggunakan pendekatan dengan berbagai mitra untuk mendukung kemajuan proses perdamaian.

Bagi Indonesia, upaya menuju perdamaian juga perlu memastikan suara dan partisipasi masyarakat Palestina tetap menjadi bagian penting dari proses tersebut. Hal itu dipandang sebagai salah satu unsur untuk membangun perdamaian yang tidak hanya menghentikan kekerasan, tetapi juga dapat bertahan dalam jangka panjang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article