Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menteri Israel Serukan Pembunuhan 30-40 Warga Gaza Setiap Malam
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. (DedaSasha, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)
  • Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyerukan pembunuhan 30–40 warga Gaza setiap malam dan menolak pengurangan intensitas serangan yang dilakukan pemerintahan Benjamin Netanyahu.
  • Dalam podcast, Ben-Gvir menyebut target di Gaza tidak layak hidup serta berjanji mengupayakan keterlibatan mantan sandera dalam eksekusi tahanan Palestina.
  • Ben-Gvir membanggakan pemangkasan fasilitas tahanan Palestina, kembali menyerukan pengusiran massal warga Gaza, dan mendorong pembangunan permukiman Yahudi di seluruh wilayah tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyerukan pembunuhan 30 hingga 40 orang di Jalur Gaza setiap malam. Seruan tersebut ia sampaikan dalam sebuah podcast bersama mantan sandera, Rom Braslavski, yang beredar luas pada Minggu (16/8/2026).

Ben-Gvir menegaskan ketidaksetujuannya terhadap langkah Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu yang mulai mengurangi intensitas serangan militer di Gaza. Tokoh sayap kanan tersebut mendesak Israel melakukan pembunuhan terarah tanpa membatasi sasaran pada ancaman langsung saja.

1. Ben-Gvir sebut target serangan Israel tidak layak untuk hidup

pemandangan reruntuhan di Gaza (pixabay.com/hosnysalah)

Dalam podcast tersebut, Ben-Gvir melontarkan pernyataan bernada kebencian terhadap warga Palestina di Gaza. Ia secara terang-terangan menyebut para target serangan tidak layak untuk hidup.

"Ada orang-orang di sana yang tidak layak hidup. Mereka tidak seharusnya hidup, mereka bahkan bukan manusia," ujar Ben-Gvir, dilansir Al Jazeera.

Pernyataan tersebut muncul di tengah desakan internasional untuk memajukan rencana damai Gaza yang diusung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Penurunan intensitas serangan Israel baru-baru ini dinilai sebagai langkah kompromi terhadap Gedung Putih setelah Netanyahu sempat menolak skema tersebut.

Meski menduduki kursi kabinet keamanan yang ikut merumuskan kebijakan pertahanan, Ben-Gvir tidak memiliki wewenang militer untuk memerintahkan serangan. Wewenang untuk melancarkan serangan udara saat ini telah dibatasi hanya kepada kepala staf militer Israel.

2. Janji melibatkan mantan sandera dalam eksekusi tahanan Palestina

ilustrasi hukuman mati (unsplash.com/Alireza Jalilian)

Selain mendesak pengeboman rutin, Ben-Gvir berjanji memberi ruang bagi mantan sandera untuk berpartisipasi langsung dalam mengeksekusi tahanan Palestina. Janji itu muncul setelah Braslavski menyampaikan permohonan personal untuk menggantung langsung pihak yang menawannya.

"Saya akan menjungkirbalikkan dunia untuk mewujudkan hal itu. Saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan semua yang saya bisa hingga hal itu terjadi," kata Ben Gvir, dilansir The Times of Israel.

Parlemen Israel sebelumnya telah mengesahkan undang-undang yang mengatur hukuman gantung bagi warga Palestina yang divonis atas dakwaan terorisme. Undang-undang kontroversial tersebut merupakan inisiatif utama dari partai politik sayap kanan yang dipimpin oleh Ben-Gvir.

3. Perburuk fasilitas penjara dan serukan pengusiran warga Gaza

ilustrasi penjara (unsplash.com/Ye Jinghan)

Sebagai menteri, Ben-Gvir mengawasi langsung kepolisian nasional dan lembaga pemasyarakatan yang menampung ribuan tahanan Palestina. Ia secara terbuka membanggakan kebijakannya yang memangkas fasilitas dasar dan jatah makanan para narapidana.

Mahkamah Agung Israel pada 2025 bahkan telah memutuskan bahwa otoritas penjara di bawah kepemimpinannya merampas standar makanan minimum narapidana. Meski demikian, ia menegaskan kepuasannya melihat para tahanan Palestina berada dalam kondisi yang menderita.

Di samping perlakuan keras terhadap tahanan, Ben-Gvir juga kembali menyuarakan pengusiran massal warga Palestina keluar dari Jalur Gaza. Ia menuntut Israel membangun permukiman Yahudi di seluruh penjuru wilayah tersebut, bukan hanya di wilayah bekas Gush Katif.

Pakar hukum internasional memperingatkan bahwa pemindahan paksa penduduk dalam skala besar dapat dikategorikan sebagai tindak pembersihan etnis. Berbagai pernyataan ekstrem yang dilontarkan Ben Gvir telah diajukan ke Mahkamah Internasional sebagai bukti dugaan niat genosida.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article