Jakarta, IDN Times - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dikabarkan sedang bersiap untuk melakukan serangan panjang selama beberapa hari ke depan ke Lebanon selatan. Kabar itu pertama kali disampaikan oleh media Israel, Channel 12, pada Minggu (16/8/2026) malam waktu setempat berdasarkan informasi dari tentara IDF anonim.
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Diperkirakan Bakal Panjang

- IDF dilaporkan menyiapkan serangan beberapa hari di Lebanon selatan untuk menargetkan infrastruktur Hizbullah, yang belum memenuhi desakan perlucutan senjata.
- Israel menyatakan eskalasi militer tidak akan mengganggu perundingan damai dengan Lebanon yang direncanakan awal September, putaran kedelapan sejak April.
- Serangan Israel di Lebanon selatan berlanjut meski gencatan senjata 27 Juni; serangan terbaru melukai dua orang, sementara serangan 15 Agustus menewaskan 11 orang.
Berdasarkan laporan Channel 12, IDF berencana menyerang seluruh infrastruktur yang dimiliki Hizbullah di Lebanon selatan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Israel untuk membasmi keberadaan Hizbullah di wilayah tersebut. Sebab, milisi yang sudah masuk daftar organisasi teroris itu hingga saat ini tidak kunjung mematuhi desakan perlucutan senjata.
1. Israel tidak akan mengganggu negosiasi damai dengan Lebanon

ilustrasi negosiasi damai (pexels.com/Markus Winkler) Meski berencana meningkatkan serangan, Channel 12 menjelaskan bahwa Israel tidak akan mengganggu negosiasi perdamaian lanjutan dengan Lebanon. Sebab, negosiasi tersebut sangat penting bagi kedua negara. Langkah ini juga dilakukan untuk menghormati Amerika Serikat (AS) yang sudah mengupayakan negosiasi tersebut agar tetap berjalan sesuai rencana.
Negosiasi lanjutan Israel dan Lebanon sendiri dikabarkan akan digelar pada awal September mendatang. Itu merupakan negosiasi ke-8 yang dilakukan Tel Aviv dan Beirut sejak April lalu. Namun, hingga saat ini, kedua negara belum menyampaikan tanggal pasti kapan negosiasi itu akan digelar.
2. Israel masih menggempur Lebanon selatan hingga saat ini

ilustrasi serangan (unsplash.com/Emanuel Kypreos) Hingga saat ini, Israel dikabarkan masih melakukan serangan brutal ke Lebanon selatan. Padahal, Tel Aviv sudah menyepakati gencatan senjata dengan Beirut pada 27 Juni lalu. Serangan terbaru terjadi pada Senin (17/8/2026) pagi waktu setempat. Ketika itu, IDF meluncurkan serangan udara ke Kota Al-Qantara, Al-Mansouri, dan Kafra di Lebanon selatan menggunakan sejumlah drone. Dilansir Anadolu Agency, serangan IDF di Kafra melukai dua orang.
Sejumlah jurnalis yang meliput di lokasi kejadian melaporkan bahwa serangan IDF juga terjadi di sekitar bukit Ali al-Taher di dekat Dawhat Kfar Rumman, di Deir Siryan, dan di Al-Qantara yang terletak di sepanjang Wadi al-Hujair. Sejumlah tank Israel dilaporkan sudah memasuki daerah tersebut.
3. IDF meningkatkan serangan ke Lebanon selatan sejak beberapa pekan terakhir

Pasukan militer Israel (IDF) sedang melakukan serangan menggunakan tank baja. (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces) Eskalasi serangan IDF di Lebanon selatan ini sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Serangan terparah terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pekan lalu. Dilansir France 24, Israel kala itu melakukan serangan ke sejumlah desa di Lebanon selatan, termasuk Desa Ansar dan Desa Deil El Zahrani, hingga menewaskan 11 orang.
Sehari sebelumnya, yakni pada Jumat (14/8/2026), IDF juga meluncurkan serangan ke pusat komando Hizbullah di Lebanon selatan. Serangan itu dilakukan sebagai balasan karena IDF menyebut Hizbullah telah lebih dahulu memulai serangan. Serangan itu menewaskan salah satu pemimpin senior Hizbullah bernama Ali Samir Al-Haj Hassan. Ia tewas bersama keluarganya karena terkena serangan IDF saat sedang berada di dalam pusat komando Hizbullah.
"IDF merespons dengan menyerang markas teroris Hizbullah yang memerintahkan serangan itu. Baru kemudian, IDF mengetahui bahwa Hizbullah sengaja menempatkan warga sipil di kompleks militer tersebut," demikian bunyi pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Israel.




















