Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gus Ipul: Kadet Sekolah Rakyat Bukan Militerisasi, tapi Bentuk Disiplin

2 min read
Gus Ipul: Kadet Sekolah Rakyat Bukan Militerisasi, tapi Bentuk Disiplin
Logo emblem Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) yang kini dijadikan aktivitas ekskul di SMA dan sekolah sederajat. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan keterlibatan kadet di Sekolah Rakyat bertujuan menanamkan disiplin, bukan menerapkan militerisasi kepada siswa.

  • Pembiasaan disiplin di sekolah berasrama mencakup bangun pagi, kebersihan diri, kegiatan belajar teratur, dan istirahat tepat waktu.

  • Kadet dijadwalkan dilepas ke Sekolah Rakyat pada 9 Oktober 2026 untuk mendampingi siswa dua pekan sebagai kakak asuh bersama wali asrama dan wali asuh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan keterlibatan kadet dalam Sekolah Rakyat bukan menerapkan militerisasi terhadap siswa, melainkan menularkan nilai-nilai kedisiplinan yang dibutuhkan dalam mendukung proses pendidikan dan pembentukan karakter.

“Yang dikerjakan bukan militerisasi, tapi yang kita kerjakan itu ini loh, pemuatan kedisiplinan di Sekolah Rakyat. Memang kita perlu, semangat kedisiplinan itu harus ditularkan ke Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul saat dalam keterangan, Senin (6/10/2026)

  1. 1. Bentuk disiplin pada siswa

    6be83f30-1a6c-4879-a4f4-67bbf6418545.jpeg
    Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Universitas Pertahanan (Unhan) mematangkan persiapan program pengabdian kadet Unhan di Sekolah Rakyat. Persiapan program dibahas dalam pertemuan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn.) Anton Nugroho di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (5/10/2026). (dok. Kemensos)

    Menurutnya, kedisiplinan menjadi bagian penting dalam kehidupan siswa Sekolah Rakyat yang mengikuti sistem sekolah berasrama dengan aktivitas yang berlangsung sepanjang hari.

    "Oleh karena itu, pembiasaan bangun pagi, menjaga kebersihan diri, mengikuti pembelajaran, beraktivitas secara teratur, hingga beristirahat tepat waktu perlu dilatih secara konsisten," katanya.

  2. 2. Kadet jadi kakak asuh

    Unhan, Jilbab
    Kadet perempuan di Universitas Pertahanan yang mengenakan jilbab. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

    Dalam pertemuan ini, juga disepakati beberapa hal terkait persiapan teknis pelepasan kadet, dimana upacara pelepasan kadet ke Sekolah Rakyat rencananya akan dilaksanakan di Halim Perdanakusuma Jumat (9/10/2026) mendatang.

    Gus Ipul berharap para kadet nantinya akan menjadi kakak asuh bagi siswa Sekolah Rakyat yang akan memberikan contoh langsung kepada siswa mengenai cara merapikan tempat tidur, menata barang pribadi di lemari, serta menjaga kebersihan dan kerapian atau Peraturan Urusan Dalam (PUD).

    “Kalau bisa besok ada praktek kaya waktu itu di Jogja, nanti kita siapkan tempat, ada lemari, tempat tidur, jadi nanti biar demo dibersihkan, itu menarik,” ujarnya.

  3. 3. Pendampingan selama dua minggu

    Jilbab, Unhan
    Kadet perempuan di Universitas Pertahanan yang mengenakan jilbab. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

    Senada dengan Gus Ipul, Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn.) Anton Nugroho menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan selama dua pekan juga akan diarahkan untuk membentuk kebiasaan siswa melalui aktivitas yang terstruktur. Wali asrama dan wali asuh juga akan dilibatkan sehingga pembiasaan yang dibangun selama program dapat diteruskan setelah kadet menyelesaikan masa pengabdian.

    “Jadi kita libatkan terus Pak. Jadi kita membentuk habit saja selama dua minggu itu. Harapan kami setelah dua minggu itu mereka sudah terbiasa dan itu berkelanjutan terus. Tinggal mereka sudah berlanjut dengan wali asuhnya,” kata Anton.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More