Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi bendera Jerman (pexels.com/luna-groothedde)
  • Menteri Pendidikan Jerman Karin Prien mengecam kerusuhan saat demo Gen Z, tetapi menjanjikan pemerintah akan mendengarkan tuntutan peningkatan anggaran pendidikan.
  • Prien menegaskan pendidikan sebagai prioritas permanen, dengan rencana investasi melalui reformasi pensiun dan kesehatan serta penilaian bahasa wajib bagi pengajar di area tertentu.
  • Kerusuhan di Frankfurt melukai 100 polisi, memicu 54 penangkapan, merusak 17 bisnis dan menjarah lima di antaranya; pemerintah menyiapkan hukuman serius bagi pelaku.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pendidikan Jerman, Karin Prien mengecam kerusuhan dalam demonstrasi Gen Z di berbagai kota pada Minggu (1/11/2026). Ia memastikan bahwa pemerintah Jerman akan mendengarkan tuntutan dan suara pemuda mengenai pendidikan. 

Sehari sebelumnya, demonstrasi besar diselenggarakan oleh Gen Z regelt untuk menuntut pemerintah Jerman menaikkan anggaran pendidikan. Namun, demonstrasi yang mayoritas damai ini diwarnai kerusuhan dan penjarahan di Frankfurt. 

1. Prien memastikan pendidikan harus menjadi prioritas utama di Jerman

ilustrasi bendera Jerman (unsplash.com/iamateapot)

Prien mengungkapkan bahwa akan ada reformasi sistem pensiun dan layanan kesehatan di Jerman. Menurutnya, pendanaan ini akan tersedia untuk investasi mendesak di sektor pendidikan dan generasi penerus. 

“Kami harus memastikan bahwa pendidikan tetap menjadi sebuah prioritas utama permanen untuk masyarakat di seluruh negeri,” terangnya, dikutip dari DPA International.

Selain itu, Prien menyampaikan rencana penerapan penilaian bahasa wajib bagi pengajar di sejumlah area yang membutuhkan. Langkah ini untuk memastikan bahwa semua anak di Jerman dapat memulai sekolah dengan tingkat kemampuan bahasa yang setara. 

2. Mendagri Jerman salahkan kelompok sayap kiri dan imigran

ilustrasi bendera Jerman (pexels.com/@ingo)

Pada hari yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jerman, Alexander Dobrindt menyalahkan kelompok sayap kiri dan imigran yang menimbulkan kerusuhan dalam demonstrasi. Ia menilai demonstrasi damai sudah dibajak oleh perusuh. 

“Mereka sudah membajak demonstrasi damai yang berlangsung pada Sabtu. Perusuh dan penjarah akan diidentifikasi dan dihukum sepantasnya. Hukuman serius akan mengikuti segala bentuk pelanggaran perdamaian di area publik,” tegasnya. 

Sementara itu, Mendagri North Rhine-Westphalia, Herbert Reul ikut mengecam aksi kekerasan di Koeln. Namun, ia mendukung penuh hak warga untuk menyuarakan demokrasi dan menuntut hak generasi penerus dengan damai. 

3. Sebanyak 100 polisi terluka di Frankfurt

Mobil polisi di Jerman (unsplash.com/@augustinfoto)

Menyusul kerusuhan di Frankfurt, sebanyak 100 personel kepolisian disebut mengalami luka-luka dan salah satunya mengalami luka serius. Selain itu, salah satu orang diketahui kehilangan gigi usai mendapat pukulan di bagian wajah. 

Mendagri Hesse, Roman Poseck menyampaikan bahwa sebanyak 54 orang ditangkap di mana semuanya berusia antara 13-29 tahun. Sementara itu, sebanyak 17 bisnis rusak dan 5 di antaranya dijarah di Frankfurt imbas kerusuhan. 

Poseck mengatakan, terdapat sekelompok pelaku kerusuhan yang didominasi oleh imigran. Namun, politikus dari Partai Persatuan Demokrat Kristen (CDU) itu memastikan bahwa mayoritas dari orang yang ditangkap merupakan warga negara Jerman. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article