Jakarta, IDN Times - Militer Lebanon menyatakan tentara Israel telah melanggar kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Amerika Serikat sekitar 7.700 kali sejak perjanjian tersebut ditandatangani pada Juni lalu. Pernyataan resmi itu disampaikan pihak militer Lebanon melalui akun media sosial X pada Rabu (9/9/2026).
Pelanggaran tersebut mencakup aksi penembakan di dekat personel dan patroli tentara Lebanon, serta serangan mematikan teranyar yang menewaskan sedikitnya 12 orang termasuk perempuan dan anak-anak di Nabatieh. Rentetan insiden ini dinilai memicu gelombang pengungsian baru warga dari kawasan yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai area aman.
