Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, 11 Orang Tewas

- Serangan udara Israel di Kafr Rouman, Lebanon selatan, menewaskan sedikitnya 11 orang, termasuk dua bayi dan dua petugas medis, serta melukai lima lainnya.
- Sehari sebelumnya, serangan Israel menewaskan tujuh orang dan melukai 20 orang; Presiden Lebanon memperingatkan eskalasi ini mengancam gencatan senjata yang dimediasi AS.
- Sejak konflik memanas pada Maret 2026, serangan Israel di Lebanon dilaporkan menewaskan lebih dari 4.350 orang, termasuk 135 petugas kesehatan dalam serangan terhadap kru ambulans.
Jakarta, IDN Times - Militer Israel kembali melancarkan serangan udara di Lebanon selatan pada Senin (7/9/2026). Sedikitnya 11 orang dilaporkan tewas, termasuk bayi dan petugas medis.
Dilansir Anadolu, serangan pertama menghantam sebuah bangunan tempat tinggal berlantai tiga di kota Kafr Rouman pada dini hari. Sembilan orang, termasuk dua bayi, ditemukan tewas, sementara lima lainnya mengalami luka-luka.
Serangan selanjutnya menyasar sebuah kendaraan sipil di kota yang sama, menewaskan dua petugas medis dari Asosiasi Pramuka Risala Islam. Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan, serangan mematikan tersebut menjadi bukti lebih lanjut atas pelanggaran serius terhadap hukum internasional yang dilakukan oleh Israel.
1. 7 orang tewas akibat serangan Israel sehari sebelumnya

serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons) Sebelumnya, pada Minggu (6/9/2026), serangkaian serangan udara Israel juga menewaskan tujuh orang dan melukai 20 lainnya di Lebanon selatan. Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas serangan drone yang dilancarkan oleh kelompok Hizbullah terhadap pasukannya yang beroperasi di wilayah selatan Lebanon.
Serangan Israel tersebut dikecam keras oleh Presiden Lebanon, Joseph Aoun. Ia mengatakan bahwa eskalasi berbahaya itu mengancam kesepakatan gencatan senjata yang telah dimediasi Amerika Serikat (AS) pada Juni 2026. Ia pun mendesak komunitas internasional untuk menekan Israel agar menghentikan serangan di negaranya.
2. Warga di Lebanon selatan kembali dicekam ketakutan

operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024 ( / IDF Spokesperson's Unit) Dilansir BBC, militer Israel telah meningkatkan serangannya di Lebanon selatan dalam beberapa hari terakhir. Lokasi serangan terbaru, Kafr Rouman, hanya berjarak ratusan meter dari wilayah yang disebut militer Israel sebagai zona keamanan.
Jurnalis Al Jazeera, Zeina Khodr, mengatakan bahwa ketidakpastian dan ketakutan kini kembali menyelimuti Lebanon selatan. Warga sebelumnya telah mulai kembali ke rumah mereka di wilayah tersebut, dengan harapan serangan akan berhenti setelah Lebanon dan Israel menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada Juni.
“Perasaan yang muncul di sini adalah bahwa Israel sedang berusaha memberlakukan atau menetapkan aturan keterlibatan baru. Orang-orang tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dalam 48 jam terakhir, telah terjadi gelombang serangan Israel. Warga sipil tewas. Rumah-rumah warga hancur," kata Khord.
3. Lebih dari 4.350 orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon sejak Maret 2026

Pasukan Hizbullah melakukan latihan di desa Aaramta di distrik Jezzine, Lebanon selatan, pada Mei 2023 (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons) Serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 4.350 orang dan melukai dari 12.300 lainnya sejak konflik Israel-Hizbullah kembali memanas pada awal Maret 2026. Kementerian kesehatan Lebanon, dalam laporannya pekan lalu, juga mencatat sedikitnya 179 serangan Israel terhadap kru ambulans sejak awal Maret, yang menewaskan 135 petugas kesehatan.
Meski serangan mulai menurun sejak Lebanon dan Israel menandatangani kesepakatan pada Juni, pasukan Israel terus menghancurkan desa-desa di zona keamanan di wilayah selatan. Mereka juga melancarkan serangan udara di dalam maupun di sebelah utara zona tersebut, sering kali tanpa mengeluarkan perintah evakuasi terlebih dahulu.




















