Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mogok Makan 17 Hari, Aktivis India Tuntut Menteri Pendidikan Mundur
Bendera India (unsplash.com/Girish Dalvi)
  • Aktivis Sonam Wangchuk menjalani mogok makan 17 hari di New Delhi menentang kebijakan pendidikan, dengan kondisi fisik memburuk dan hanya ingin berhenti jika pemerintah membuka dialog resmi.
  • Aksi ini dipicu skandal kebocoran ujian NEET-UG yang memicu tuntutan pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan serta dukungan luas dari gerakan pemuda Cockroach Janta Party.
  • Tokoh oposisi menunjukkan simpati dan mendesak penghentian mogok makan demi keselamatan Wangchuk, sementara panitia tetap menyiapkan pawai damai menuju parlemen untuk menekan reformasi sistem ujian nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Aksi mogok makan yang dipimpin oleh aktivis sosial India, Sonam Wangchuk, telah memasuki hari ke-17 di New Delhi pada Selasa (14/7/2026). Protes ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah pusat terkait isu di sektor pendidikan nasional.

Kondisi fisik sang aktivis yang dilaporkan terus menurun memicu kekhawatiran dari berbagai aliansi masyarakat sipil. Situasi ini mendorong sejumlah tokoh politik untuk mendesak dibukanya ruang dialog resmi guna mencegah dampak yang lebih fatal.

1. Kondisi fisik Sonam Wangchuk kian memburuk

Aktivis lingkungan berusia 59 tahun ini dilaporkan telah kehilangan berat badan hingga 8,5 kilogram sejak memulai aksinya pada 28 Juni lalu. Pemeriksaan medis terbaru di lokasi demonstrasi menunjukkan tekanan darahnya menurun ke angka 109/70 mmHg.

Selain penurunan berat badan, Wangchuk juga mengalami penurunan masa otot dan rasa pusing konstan. Akibat kondisinya yang melemah, ia kini berkomunikasi menggunakan isyarat tubuh karena tidak mampu lagi berbicara secara normal.

Wangchuk menegaskan hanya akan mengakhiri aksi ini jika pemerintah bersedia membuka ruang dialog resmi untuk menyelesaikan masalah sistem ujian nasional.

"Jangan minta saya mengakhiri puasa, tanyakan kepada pemerintah mengapa mereka bahkan tidak mau melakukan dialog," kata Sonam Wangchuk, dilansir dari Livemint.

2. Solidaritas atas kebocoran ujian nasional

Aksi ini mendapat dukungan dari gerakan pemuda Cockroach Janta Party yang didirikan oleh Abhijeet Dipke (30). Platform digital tersebut menjadi wadah bagi jutaan anak muda India untuk menyampaikan keluhan terhadap sistem ketenagakerjaan dan pendidikan.

Massa fokus menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan dengan segera. Tuntutan ini mencuat setelah terjadinya skandal kebocoran dokumen ujian NEET-UG pada Mei lalu yang merugikan jutaan calon mahasiswa.

Gerakan ini menilai kebocoran berulang tersebut membuktikan adanya kegagalan sistemik yang memerlukan pertanggungjawaban moral dari kementerian terkait.

"Kami menuntut pertanggungjawaban minimal dari sistem ini di mana pembusukan telah terjadi," ujar Juru Bicara Cockroach Janta Party, Saurav Das, dilansir dari Hindustan Times.

3. Desakan oposisi untuk menghentikan aksi

Sejumlah tokoh politik dari berbagai partai oposisi mulai mendatangi lokasi aksi untuk menyampaikan simpati kepada Wangchuk. Pemimpin partai seperti Akhilesh Yadav dan Mahua Moitra menyuarakan kekhawatiran atas keselamatan jiwa sang aktivis.

Mereka mendesak agar perjuangan menuntut keadilan bagi para siswa dilanjutkan melalui mekanisme lain di luar mogok makan. Kekhawatiran meningkat setelah beberapa aktivis mahasiswa dari All India Students Association (AISA) dilaporkan pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.

Di sisi lain, panitia demonstrasi tetap mematangkan persiapan untuk menggelar pawai damai menuju gedung parlemen. Langkah ini dirancang untuk mendesak perwakilan rakyat agar segera membahas reformasi sistem ujian secara nasional.

"Kami dengan rendah hati meminta dan dengan tulus memohon kepada Bapak Sonam Wangchuk ji untuk mengakhiri puasanya," tutur Presiden Partai Samajwadi, Akhilesh Yadav.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article