Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mulai mengarahkan fokus politik dan militernya ke arah Turki menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026. Tekanan politik domestik yang semakin berat mendorong pemerintahannya mengambil langkah tegas terhadap Ankara untuk menggalang dukungan dari basis pemilih konservatif di negaranya.
Eskalasi perselisihan tersebut memuncak setelah serangan udara jet tempur Israel menghantam Pangkalan Udara Abu al-Duhur di Provinsi Idlib, Suriah, pada Selasa (18/8/2026). Langkah militer di wilayah dekat perbatasan Turki ini dibarengi peluncuran baliho kampanye Partai Likud di Tel Aviv yang menampilkan sosok Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai musuh politik luar negeri.
