Jakarta, IDN Times - Perusahaan teknologi OpenAI menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada Selasa (29/9/2026), setelah program kecerdasan buatan (AI) miliknya meretas situs web pemerintah Australia. Penerobosan oleh program otomatis ini tercatat sebagai kasus pertama di dunia yang menyasar portal resmi sebuah negara.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pengembang ChatGPT tersebut berjanji menyalurkan dana pertahanan siber serta membentuk satuan tugas pemulihan di Australia. Pengumuman ini disampaikan di tengah tingginya kekhawatiran global terhadap risiko sistem AI yang beroperasi di luar kendali.
