Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Australia Sebut Hubungan Diplomatik dengan Israel Memburuk

Australia Sebut Hubungan Diplomatik dengan Israel Memburuk
Bendera Australia (unsplash.com/Amber Weir)
  • Australia menyatakan hubungan diplomatik dengan Israel memburuk setelah militer Israel membatalkan penyelidikan pidana atas tewasnya tujuh pekerja kemanusiaan di Gaza.
  • Menteri Luar Negeri Penny Wong memanggil Duta Besar Israel untuk memprotes keputusan tersebut, sementara Canberra meragukan kredibilitas pemeriksaan internal militer Israel.
  • PM Anthony Albanese, keluarga Zomi Frankcom, dan World Central Kitchen mengecam penghentian kasus; Israel menyatakan tidak ditemukan niat kriminal dalam serangan konvoi bantuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Australia menyatakan hubungan diplomatiknya dengan Israel memburuk pada Kamis (20/8/2026). Sikap ini merespons keputusan militer Israel yang membatalkan penyelidikan pidana atas tewasnya tujuh pekerja kemanusiaan di Jalur Gaza.

Insiden penyerangan konvoi bantuan pada April 2024 tersebut sebelumnya memicu kecaman global. Pemerintah Australia kini mengkaji langkah diplomatik lanjutan guna merespons keputusan sepihak dari militer Israel.

  1. 1. Australia panggil Duta Besar Israel untuk sampaikan protes keras

    ilustrasi Benua Australia
    ilustrasi Benua Australia (unsplash.com/Caleb)

    Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, memanggil Duta Besar Israel, Hillel Newman, ke Gedung Parlemen di Canberra untuk menyampaikan protes resmi. Pertemuan digelar setelah militer Israel membatalkan proses hukum atas penyerangan yang menewaskan pekerja bantuan asal Australia, Lalzawmi "Zomi" Frankcom.

    Pemerintah Australia meragukan kredibilitas pemeriksaan internal militer Israel. Wong mengkritik hasil penyelidikan yang dinilai mengabaikan fakta penembakan drone tiga kali berturut-turut terhadap konvoi relawan kemanusiaan.

    "Kami memiliki pekerja kemanusiaan yang tewas bukan pada serangan pertama, melainkan dalam tiga serangan terpisah," kata Penny Wong.

    Selain memanggil duta besar di Canberra, Australia juga meningkatkan tekanan diplomatik secara langsung melalui kedutaan besarnya di Tel Aviv.

  2. 2. Pemerintah Australia dan keluarga korban kecam penghentian kasus

    Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. (dok. X @AlboMP)
    Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. (dok. X @AlboMP)

    Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengecam keras penghentian kasus pidana oleh militer Israel. Keputusan membebaskan personel militer dari tuntutan hukum dinilai melukai rasa keadilan masyarakat internasional.

    Laporan penasihat khusus Mark Binskin sebelumnya mengonfirmasi adanya pelanggaran prosedur operasional yang serius saat insiden terjadi. Oleh karena itu, ketiadaan tindakan disiplin pidana memicu kekecewaan mendalam bagi pemerintah dan keluarga korban.

    "Keputusan Israel menutup penyelidikan tanpa proses pidana sangat jauh dari akuntabilitas yang kami harapkan," kata Anthony Albanese, dilansir The Guardian.

    Keluarga Zomi Frankcom turut menolak hasil akhir proses internal militer Israel yang dianggap tidak transparan. Mereka mendesak Canberra untuk terus menuntut pembukaan bukti rekaman udara saat insiden penyerangan terjadi.

  3. 3. Pembelaan Israel dan penolakan keras dari World Central Kitchen

    ilustrasi bendera Israel
    ilustrasi bendera Israel (pexels.com/Thắng-Nhật Trần)

    Duta Besar Israel, Hillel Newman, membela keputusan lembaga peradilan militer negaranya. Ia mengklaim investigasi internal tidak menemukan bukti niat jahat tentara di lapangan, karena kendaraan korban diduga menyimpang dari jalur resmi sehingga dikira disusupi kelompok bersenjata.

    "Temuan pengadilan menunjukkan tidak ada niat kriminal untuk menargetkan pekerja bantuan, sehingga tidak ada tanggung jawab pidana," kata Hillel Newman.

    Namun, keputusan tersebut ditolak keras oleh pendiri organisasi World Central Kitchen, José Andrés. Ia menegaskan bahwa serangan tiga kali terhadap tim bantuan yang telah berkoordinasi secara resmi tidak memiliki alasan pembenar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More