Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
OpenAI Pilih Pentagon, Jutaan Pengguna AS Pilih Pindah ke Claude
ilustrasi OpenAI (commons.wikimedia.org/Jernej Furman from Slovenia)
  • OpenAI memicu kontroversi besar setelah menjalin kerja sama dengan Departemen Pertahanan AS, membuat banyak pengguna Amerika menghapus aplikasi ChatGPT sebagai bentuk protes terhadap potensi penggunaan AI di bidang militer.
  • Di sisi lain, aplikasi AI pesaing bernama Claude dari Anthropic mengalami lonjakan unduhan hingga lebih dari 50% dalam dua hari, bahkan menempati posisi teratas di App Store Amerika Serikat.
  • Anthropic menegaskan penolakannya terhadap kerja sama militer karena alasan etika, dan sikap ini mendapat dukungan luas dari publik yang menganggap pendekatan mereka lebih hati-hati serta berfokus pada keamanan teknologi AI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dunia teknologi sempat diguncang kabar besar dari industri kecerdasan buatan. Perusahaan AI terkenal, OpenAI, memutuskan bekerja sama dengan lembaga pertahanan Amerika Serikat. Keputusan ini memicu reaksi keras dari banyak pengguna di Amerika. Sebagian orang merasa khawatir tentang bagaimana teknologi AI bisa digunakan di bidang militer.

Gelombang protes tersebut terlihat jelas dari perilaku pengguna aplikasi. Banyak orang mulai menghapus aplikasi ChatGPT dari ponsel mereka. Pada saat yang sama, aplikasi pesaing justru mengalami lonjakan popularitas. Jika kamu penasaran bagaimana peristiwa ini bisa terjadi dan kenapa pengguna tiba-tiba pindah ke platform lain, pembahasan berikut bisa memberi gambaran lengkapnya.

1. Lonjakan penghapusan aplikasi ChatGPT di Amerika

ilustrasi OpenAI (unsplash.com/Levart_Photographer)

Keputusan kerja sama antara OpenAI dan United States Department of Defense langsung memicu respons dari publik. Lembaga intelijen pasar aplikasi, Sensor Tower, melaporkan bahwa angka penghapusan aplikasi ChatGPT melonjak drastis di Amerika Serikat. Lonjakannya bahkan mencapai sekitar 295% hanya dalam satu hari setelah kabar kerja sama tersebut muncul.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pola biasanya. Dalam kondisi normal, tingkat penghapusan aplikasi ChatGPT hanya naik sekitar 9 persen per hari. Kenaikan yang sangat tajam ini menunjukkan adanya reaksi emosional dari pengguna. Banyak orang merasa gak nyaman melihat teknologi AI terhubung dengan sektor militer.

Kekecewaan tersebut bukan hanya terlihat dari uninstall aplikasi. Aktivitas unduhan ChatGPT juga mulai melambat setelah berita tersebut tersebar luas. Perubahan perilaku pengguna ini memperlihatkan betapa sensitifnya isu etika dalam pengembangan teknologi AI.

2. Claude mendadak jadi pilihan baru pengguna

ilustrasi ChatGPT AI (unsplash.com/Aerps.com)

Saat ChatGPT menghadapi gelombang kritik, pesaingnya justru mendapatkan momentum besar. Aplikasi AI bernama Claude milik perusahaan Anthropic mengalami peningkatan popularitas yang signifikan. Banyak pengguna mulai mencoba alternatif baru tersebut setelah merasa ragu dengan arah kebijakan OpenAI.

Data dari Sensor Tower menunjukkan bahwa unduhan Claude di Amerika naik 37% pada satu hari pertama. Kenaikan tersebut bahkan berlanjut menjadi 51% pada hari berikutnya. Pertumbuhan cepat ini menunjukkan bahwa banyak orang langsung mencari opsi lain ketika kepercayaan mereka terhadap satu platform berkurang.

Popularitas Claude bahkan melonjak sampai ke posisi nomor satu di tangga aplikasi gratis di App Store Amerika Serikat. Lonjakan tersebut terjadi hanya dalam waktu singkat. Dalam satu minggu saja, posisi aplikasi itu melesat lebih dari 20 peringkat.

3. Sikap Anthropic soal kerja sama militer

ilustrasi AI (unsplash.com/Solen Feyissa)

Lonjakan popularitas Claude ternyata tak terjadi begitu saja. Perusahaan pengembangnya, Anthropic, mengambil sikap berbeda terkait kerja sama dengan militer. Pimpinan perusahaan tersebut menolak kemungkinan kerja sama dengan lembaga pertahanan.

Dario Amodei, CEO Anthropic sekaligus peneliti AI yang sebelumnya bekerja di OpenAI, menjelaskan bahwa perusahaannya menolak kerja sama tersebut karena alasan etika. Menurutnya, teknologi AI saat ini belum cukup aman untuk digunakan dalam sistem pengawasan atau senjata otonom.

Pandangan tersebut ternyata mendapat dukungan dari banyak pengguna. Banyak orang merasa pendekatan Anthropic lebih hati-hati dalam mengembangkan teknologi AI. Sikap tersebut membuat sebagian pengguna merasa lebih nyaman menggunakan platform mereka.

4. Gelombang kritik juga terlihat di ulasan pengguna

ilustrasi Claude AI (unsplash.com/Aerps.com)

Protes dari pengguna gak berhenti pada penghapusan aplikasi aja. Reaksi lain terlihat dari perubahan drastis pada ulasan aplikasi ChatGPT di toko aplikasi. Banyak pengguna mengekspresikan ketidakpuasan mereka melalui rating yang sangat rendah.

Menurut data dari Sensor Tower, jumlah ulasan bintang satu melonjak hingga 775% dalam satu hari. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa banyak pengguna sengaja memberikan penilaian buruk sebagai bentuk kritik. Pada hari berikutnya, lonjakan ulasan negatif bahkan masih terus bertambah.

Analisis dari perusahaan data aplikasi Appfigures juga menunjukkan bahwa unduhan Claude di Amerika akhirnya melampaui ChatGPT untuk pertama kalinya. Sementara itu, laporan dari Similarweb mencatat bahwa unduhan mingguan Claude di AS kini sekitar 20 kali lebih tinggi dibandingkan Januari. Perubahan angka tersebut memperlihatkan betapa cepatnya dinamika dunia teknologi. Keputusan bisnis satu perusahaan bisa langsung memengaruhi perilaku jutaan pengguna.

Peristiwa ini menjadi contoh menarik tentang hubungan antara teknologi, etika, dan kepercayaan publik. Kerja sama antara OpenAI dan lembaga pertahanan memang membuka peluang baru dalam pengembangan teknologi. Reaksi pengguna menunjukkan bahwa banyak orang masih sangat peduli terhadap bagaimana AI digunakan.

Lonjakan pengguna ke Claude juga membuktikan bahwa alternatif selalu tersedia di dunia teknologi. Pengguna kini semakin kritis dalam memilih platform yang mereka gunakan. Ke depan, perusahaan AI kemungkinan harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan besar, terutama jika berkaitan dengan isu etika dan keamanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team