Jakarta, IDN Times - Iran mengancam akan memperluas perang hingga ke luar Timur Tengah jika serangan AS terhadap mereka berlanjut. Selain itu, Iran juga mengancam akan mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global lewat Selat Hormuz. Ancaman itu disampaikan oleh angkatan bersenjata Iran pada Kamis (11/6/2026) siang waktu setempat.
Iran Ancam Perluas Perang jika Serangan AS Berlanjut

- Iran mengancam akan memperluas perang ke luar Timur Tengah dan mengganggu pasokan minyak global jika serangan Amerika Serikat terus berlanjut.
- Donald Trump membatalkan rencana serangan lanjutan ke Iran setelah menyebut Teheran bersedia memenuhi syarat perdamaian, termasuk pembukaan Selat Hormuz dan penghentian program nuklir.
- Pemerintah Iran membantah klaim Trump tentang kesepakatan damai, menegaskan bahwa negosiasi dengan Washington masih berlangsung tanpa hasil akhir yang disepakati.
“Kami memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat berupaya melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran yang berani, mereka akan menghadapi respons yang lebih kuat dari sebelumnya. Kobaran api perang akan menyebar tidak hanya di kawasan ini, tetapi juga di seluruh dunia,” kata Ali Abdollahi, komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, dalam pernyataan yang disiarkan oleh Fars dikutip Anadolu Agency.
1. Donald Trump membatalkan serangan ke Iran

Tidak lama setelah ancaman tadi, Presiden AS, Donald Trump, langsung membatalkan serangan lanjutan ke Iran. Padahal, Trump sebelumnya berencana meluncurkan serangan terbaru ke Iran pada Kamis malam waktu setempat. Sebelumnya, AS sudah melakukan serangan ke Iran pada Selasa (9/6/2026) dan Rabu (10/6/2026).
Dalam pernyataannya, Trump mengatakan pembatalan serangan ini dilakukan karena Iran sudah bersedia menyepakati semua syarat perdamaian yang diberikan AS. Beberapa di antaranya, seperti pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian program senjata nuklir. Oleh karena itu, Trump yakin kesepakatan damai dengan Iran bisa diraih pekan ini.
2. Iran membantah klaim Trump

Namun, klaim Trump tadi dibantah oleh Iran. Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan hingga saat ini, mereka belum mencapai kesepakatan apa pun dengan AS. Sebab, negosiasi Teheran dan Washington masih berlanjut.
"Sejauh ini, Iran belum mencapai kesimpulan akhir mengenai kesepakatan tersebut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam sebuah pernyataan yang diberikan kepada AFP dikutip CBS News.
3. Trump kerap melontarkan klaim manis soal perdamaian AS dan Iran

Trump sendiri memang kerap melontarkan klaim-klaim manis soal progres perdamaian AS dan Iran. Sebab, sebelum ini, Trump juga pernah mengklaim bahwa AS dan Iran akan segera berdamai. Klaim ini kerap membuat publik global berharap perang antara kedua negara yang sudah meletus sejak 28 Februari lalu segera usai.
Namun, itu semua sebetulnya hanya klaim belaka atau cuitan di media sosial. Sebab, Trump melontarkan semua klaim tadi secara sepihak. Iran sendiri membantah semua klaim yang dilontarkan Trump soal perdamaian dengan AS. Sebab, negosiasi perdamaian kedua negara masih alot sehingga kesepakatan damai tidak mungkin tercapai dalam waktu dekat.

















