Santiago Pena (Governo do Estado de São Paulo, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
Skandal ini mencuat setelah otoritas pengawas mengambil kendali Ueno Bank pada Selasa (3/11) akibat kekhawatiran solvabilitas, setelah menemukan rasionya merosot hingga kurang dari separuh batas minimum yang diwajibkan. Pengambilalihan ini menyebabkan aplikasi serta kartu bank tidak berfungsi dan berdampak pada hampir 3 juta nasabah. Merespons krisis tersebut, Pena sempat mengajukan surat pengunduran diri pada Kamis (5/11), tetapi anggota parlemen menolaknya dan tetap melanjutkan sidang pemakzulan demi mencegah Pena memperoleh kekebalan politik yang bisa didapatkannya jika berhenti atas kehendak sendiri.
Gelombang protes meletus di berbagai wilayah Paraguay dengan ribuan warga turun ke jalan menuntut akses terhadap tabungan mereka, di mana sebagian aksi berujung bentrok dengan kepolisian. Senat Paraguay kemudian menggelar pemungutan suara untuk mencopot Pena dari jabatannya pada Jumat, dan melantik mantan Wakil Presiden Pedro Alliana sebagai presiden baru pada hari yang sama. Alliana yang berasal dari Partai Colorado berjanji akan membantu masyarakat terdampak, meski dirinya juga tengah berada di bawah penyelidikan terkait keruntuhan bank tersebut.
Bank Sentral Paraguay mengumumkan pada Sabtu (7/11) bahwa sebanyak 1,2 juta nasabah telah menerima penggantian sebagian atau penuh atas simpanan mereka yang diasuransikan. Walau demikian, langkah penggantian tersebut belum meredakan kemarahan masyarakat karena banyak nasabah lain masih menanti pengembalian uang mereka.