Oposisi Paraguay Desak Pemakzulan Presiden, Ada Apa?

- Oposisi Paraguay mengusulkan pemakzulan Presiden Santiago Pena atas dugaan konflik kepentingan terkait afiliasinya dengan Bank Ueno; 35 anggota parlemen telah menandatangani mosi tidak percaya.
- Krisis membesar setelah Bank Sentral Paraguay mengambil alih Bank Ueno karena rasio solvabilitasnya turun di bawah batas legal, membekukan aset serta liabilitas, dan menghentikan layanan.
- Jutaan nasabah terdampak pembekuan rekening dan mengantre menarik dana di Asuncion; Bank Sentral menjanjikan pengembalian tabungan bertahap melalui transfer atau mekanisme alternatif.
Jakarta, IDN Times - Oposisi Paraguay, pada Rabu (4/11/2026), mendesak pemakzulan Presiden Paraguay, Santiago Pena dari jabatannya. Sebab, Pena diketahui memiliki afiliasi dengan Bank Ueno yang menyulut krisis perbankan di Paraguay.
Desakan pemakzulan ini terkait dengan Pena yang diduga terlibat konflik kepentingan dan memanfaatkan posisinya di pemerintahan. Sebanyak 35 anggota parlemen Paraguay sudah menandatangani usulan mosi tidak percaya kepada Pena.
1. Pena dituding sebabkan krisis perbankan di Paraguay

suasana di Asuncion, Paraguay (unsplash.com/tobimezaa) Rencana pemakzulan Pena karena ia dituding menggunakan posisinya untuk menguntungkan sebuah bank yang terafiliasi dengan rekan bisnisnya. Pena diketahui sudah memiliki sebagian kepemilikan saham di grup bisnis asosiasi Bank Ueno hingga April 2025.
Dilansir UPI, krisis politik imbas krisis perbankan terjadi menyusul mundurnya Pejabat Bank Sentral Paraguay (BCP), Marco Aurelio Gonzalez. Keputusan ini dilakukan mengikuti dua petinggi lainnya, yakni Presiden BCP, Carlos Carvalho dan anggota pengurus lainnya, Carmen Marin.
Sementara itu, perintah penangkapan sudah diumumkan kepada delapan petinggi Bank Ueno, termasuk Presiden Bank Ueno, Miguel Vazquez. Tak lama, ia akhirnya bersedia menyerahkan diri ke polisi.
2. BCP mengambilalih Bank Ueno

suasana jalanan di Asuncion, Paraguay (unsplash.com/annpurplerose) Sehari sebelumnya, BCP sudah mengambilalih Bank Ueno. Langkah ini menyusul rasio solvabilitas salah satu bank terbesar di Paraguay itu turun di bawah 50 persen dari legalitas minimalnya hingga membekukan aset dan liabilitasnya.
Dilansir Mercopress, Bank Ueno sudah membekukan rekening hampir 3 juta nasabahnya dan lebih dari 800 juta dolar AS (Rp14,4 triliun) dana publik. Tak lama, bank tersebut akhirnya menangguhkan seluruh layanannya.
Masalah kolapsnya Bank Ueno ini serius karena nasabah bank tersebut setara dengan 60 persen penduduk dewasa Paraguay. Selain itu, Benk Ueno juga mengurus dana publik, termasuk 380 juta dolar AS (Rp6,8 triliun) dana dari Institut Keamanan Sosial yang menjalankan sistem pensiun dan kesehatan publik.
3. Warga protes dan menarik uang dari Bank Ueno

ilustrasi bendera Paraguay (unsplash.com/winstonchen) Kolapsnya Bank Ueno membuat sejumlah seluruh nasabahnya marah dan mengantre untuk menarik uangnya. Dalam 2 hari terakhir, sepanjang jalan Asuncion terlihat antrean nasabah yang mengular di dekat cabang Bank Ueno.
Dilansir France24, salah satu warga bernama Marcelino Vergara (68) mengaku marah dengan kolapsnya Bank Ueno. Ia ikut demo bersama dengan nasabah lainnya di Asuncion karena kehilangan seluruh tabungannya.
Di sisi lain, BCP sudah mengumumkan pengembalian tabungan nasabah Bank Ueno secara bertahap. BCP akan mengembalikan uang warga lewat transfer bagi yang sudah memiliki rekening di bank lain dan akan mencari alternatif bagi yang belum.


















