Jakarta, IDN Times - Tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan umum (pemilu) parlemen Israel mencapai 77,7 persen pada Selasa (27/10/2026). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Israel mencatat lebih dari 5,69 juta dari total 7,33 juta pemilih terdaftar telah memberikan suara hingga penutupan tempat pemungutan suara (TPS) pada pukul 22.00 waktu setempat.
Angka ini naik 7,1 poin persentase dibandingkan pemilu 2022 yang tercatat sebesar 70,63 persen, sekaligus menjadi rekor tertinggi sejak pemilu 1999 yang mencapai 78,7 persen.
Pemungutan suara ini merupakan pemilu parlemen pertama sejak serangan pimpinan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang di Gaza dan kawasan Timur Tengah.
Antusiasme warga tetap tinggi meski cuaca hujan berangin dan peringatan banjir melanda sejumlah wilayah, sehingga menimbulkan antrean panjang di banyak TPS. Tercatat 70 ribu warga Israel pulang dari luar negeri demi memilih, sementara ratusan ribu pemilih pemula turut memberikan hak suaranya untuk pertama kali.
