Jakarta, IDN Times - Badan Perdagangan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCTAD) memperkirakan kebutuhan rekonstruksi Jalur Gaza mencapai 71,5 miliar dolar AS atau setara Rp1.283 triliun. Taksiran ini dipaparkan dalam laporan resmi di Jenewa, Swiss, pada Kamis (24/9/2026). Biaya tersebut mencakup perbaikan kerusakan fisik serta pemulihan kerugian ekonomi dan sosial warga Palestina.
Penilaian gabungan PBB, Bank Dunia, dan Uni Eropa mencatat sektor perumahan sebagai sektor dengan kerusakan paling parah. Di saat bersamaan, lembaga internasional Board of Peace (BoP) mulai merancang program pemulihan awal untuk wilayah tersebut. Namun, krisis pendanaan dan situasi keamanan di lapangan masih menjadi hambatan utama.
