Laporan tahunan Tim Investigasi Independen PBB untuk Myanmar (IIMM) periode Juli 2025 hingga Juni 2026 mengungkapkan bahwa militer Myanmar secara sengaja dan terus menerus menyerang warga sipil. Gempuran udara bahkan menyasar rumah tempat tinggal, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, bahkan kamp pengungsian.
Eskalasi serangan bahkan meningkat sejak menjelang pemilu Januari lalu. Dilansir oleh UN News, militer Myanmar kini memanfaatkan drone serta paralayang bermotor hasil modifikasi. Ini membuat warga sipil semakin sulit mendeteksi datangnya ancaman.
