Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perdana Muncul Usai Kudeta Myanmar, Aung San Suu Kyi Temui Wakil ICRC

Perdana Muncul Usai Kudeta Myanmar, Aung San Suu Kyi Temui Wakil ICRC
Beredar foto eks pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi bertemu dengan perwakilan Palang Merah Internasional (ICRC). (AFP/HANDOUT / MYANMAR'S PRESIDENTIAL PRESS AND INFORMATION BUREAU)
Intinya Sih
  • Aung San Suu Kyi bertemu wakil ICRC pada 3 Agustus 2026, kemunculan pertamanya dengan pejabat asing sejak kudeta 2021, di tengah kekhawatiran internasional atas kondisi kesehatannya.
  • Pemerintah Myanmar merilis foto pertemuan dan ulang tahun Suu Kyi, sementara analis menilai akses ICRC dipilih untuk meredakan kekhawatiran tanpa membuka kunjungan diplomat asing.
  • Suu Kyi menjalani hukuman 27 tahun setelah persidangan tertutup, dilaporkan dipindah ke tahanan rumah pada April, tetapi putranya masih meminta bukti kondisi dan keberadaannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemimpin sipil Myanmar yang ditahan junta militer, Aung San Suu Kyi, bertemu dengan perwakilan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada Senin (3/8/2026). Pertemuan ini menjadi kemunculan pertamanya bersama seorang pejabat asing sejak kudeta militer pada 2021.

Juru bicara pemerintah Myanmar mengonfirmasi pertemuan tersebut dan merilis foto yang diklaim memperlihatkan Suu Kyi berjabat tangan dengan perwakilan ICRC untuk Myanmar di sebuah ruangan sederhana berdinding dan berlantai kayu.

Kemunculan Suu Kyi terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional mengenai kondisi kesehatannya. Sebelumnya, putra Suu Kyi, Kim Aris, meluncurkan kampanye yang mendesak junta militer memberikan bukti ibunya masih hidup.

1. Muncul di tengah kekhawatiran kondisi kesehatan

mantan pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi (commons.wikimedia.org)
mantan pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi (commons.wikimedia.org)

Suu Kyi, yang kini berusia 81 tahun, telah ditahan sejak militer menggulingkan pemerintahan sipil yang dipimpinnya melalui kudeta pada 2021.

Sejak saat itu, pihak militer merahasiakan lokasi maupun kondisi kesehatannya, sementara Myanmar dilanda konflik bersenjata antara junta militer, kelompok pro-demokrasi, dan etnis bersenjata. Puluhan ribu orang dilaporkan tewas dan jutaan lainnya mengungsi akibat perang saudara yang terus berlangsung.

Selain foto pertemuan dengan ICRC, pemerintah Myanmar juga merilis dua foto lain yang diklaim menunjukkan Suu Kyi merayakan ulang tahunnya yang ke-81 pada 19 Juni 2026 lalu. Dalam foto tersebut, dia terlihat memotong kue ulang tahun bertuliskan "Happy Birthday Aunty Suu".

2. Pertemuan dinilai punya makna diplomatik

bendera Myanmar (Pexels.com/Gu Bra)
bendera Myanmar (Pexels.com/Gu Bra)

Penasihat Senior Asia Crisis Group, Richard Horsey, menilai pemerintah Myanmar sengaja memilih ICRC sebagai pihak pertama yang dapat bertemu Suu Kyi. Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk meredakan kekhawatiran internasional mengenai kondisi Suu Kyi tanpa membuka akses bagi diplomat asing.

"Sejak kudeta, Min Aung Hlaing tampaknya bertekad membuat Suu Kyi terisolasi sebagai bagian dari tujuannya menyingkirkannya sebagai kekuatan politik," kata Horsey, dilansir dari CNN.

Memberikan akses kepada diplomat asing, dijelaskan Horsey, dapat memicu tuntutan serupa dari negara-negara lain. Pertemuan ini berlangsung menjelang kunjungan Presiden Myanmar sekaligus pemimpin junta Min Aung Hlaing ke Thailand pada 6 Agustus 2026untuk bertemu Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul.

3. Tetap jalani hukuman penjara

Pengunjuk rasa menggelar aksi protes terhadap kudeta militer di Kota Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). Mereka menuntut pembebasan pemimpin terpilih Myanmar Aung San Suu Kyi. ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer.
Pengunjuk rasa menggelar aksi protes terhadap kudeta militer di Kota Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). Mereka menuntut pembebasan pemimpin terpilih Myanmar Aung San Suu Kyi. ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer.

Suu Kyi saat ini menjalani hukuman penjara selama 27 tahun setelah divonis bersalah dalam sejumlah perkara, mulai dari pelanggaran pembatasan COVID-19, suap, hingga tuduhan menghasut perlawanan terhadap militer. Persidangan terhadap Suu Kyi digelar secara tertutup dan menuai kritik dari berbagai pihak yang menilai proses hukum tersebut bertujuan menyingkirkannya dari panggung politik.

Pada April 2026 lalu, media pemerintah Myanmar melaporkan Suu Kyi dipindahkan ke tahanan rumah untuk menjalani sisa hukumannya di sebuah kediaman yang telah ditentukan. Namun, Kim Aris mengatakan pengumuman tersebut belum menjawab kekhawatiran mengenai kondisi ibunya.

"Saya masih tidak tahu di mana ibu berada. Saya tidak tahu bagaimana kondisinya. Saya tetap sangat khawatir apakah beliau masih hidup. Jika beliau masih hidup, saya meminta bukti," kata Aris.

Dalam pertemuan informal Menteri Luar Negeri ASEAN di Bangkok pada 12 Juli lalu, Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro mengatakan pihak Myanmar menyampaikan kepada ASEAN, Suu Kyi berada dalam kondisi kesehatan yang baik dan diperlakukan seperti saudara perempuan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More