Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti kasus kekerasan seksual dalam perang saudara di Sudan. Mereka menyebut kekerasan seksual sudah menjadi “Senjata” dalam konflik di negara tersebut. Sebab, selain melakukan serangan brutal terhadap warga sipil Sudan, para pemberontak juga kerap memerkosa dan melakukan tindakan asusila lainnya. Aksi ini umumnya dilakukan saat para pemberontak melakukan serangan.
"Seperti yang saya peringatkan di akhir misi saya ke Sudan pada bulan Januari, kekerasan seksual digunakan sebagai senjata perang. Ini adalah kejahatan perang dan jika dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematis, ini bisa menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, dalam sebuah pernyataan pada Selasa (23/6/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.
