Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pencuri Gasak 4 Lukisan Renaisans dari Museum di Italia
lukisan Polittico di San Gregorio (Antonello da Messina, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Empat lukisan Renaisans karya Antonello da Messina senilai hingga 80 juta euro dicuri dari Museum Regional Messina saat festival Ferragosto dan La Vara mengalihkan fokus keamanan.
  • Pelaku membobol pagar, pintu samping, serta etalase baja; mereka mengambil panel Polittico di San Gregorio dan lukisan dua sisi, sementara dua panel ditinggalkan dekat pagar museum.
  • Polisi menelusuri rekaman pengawas dan menyelidiki dugaan aksi pesanan pasar seni ilegal, setelah koleksi Antonello di museum menarik perhatian internasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebanyak empat lukisan berharga karya maestro era Renaisans, Antonello da Messina, dicuri dari Museum Regional Messina di Sisilia, Italia, pada Sabtu (15/8/2026) malam. Komplotan pencuri melancarkan aksinya dengan memanfaatkan kelengahan aparat saat kota tersebut tengah menggelar festival keagamaan tahunan.

Karya seni yang hilang tersebut ditaksir bernilai hingga 80 juta euro atau sekitar Rp1,6 triliun. Menteri Kebudayaan Italia, Alessandro Giuli, menyampaikan rasa duka dan menegaskan kepolisian tengah bergerak memburu para pelaku.

1. Pelaku manfaatkan festival keagamaan untuk bobol museum

ilustrasi bendera Italia (unsplash.com/aitac)

Aksi pencurian berlangsung sekitar pukul 21.50 waktu setempat saat Messina merayakan hari libur nasional Ferragosto dan prosesi tradisi keagamaan La Vara. Perayaan besar yang dihadiri sekitar 100 ribu warga tersebut membuat konsentrasi pihak keamanan terpusat di pusat kota.

Para pencuri membobol pagar pembatas logam di sepanjang Viale Annunziata sebelum mendobrak pintu samping gedung pameran. Setelah berhasil masuk, komplotan merusak etalase kaca lapis baja untuk mengambil lukisan bernilai tinggi tersebut.

Pencuri awalnya membawa kabur lima panel kayu dari mahakarya Polittico di San Gregorio. Namun, dua panel yang menggambarkan Santo Benediktus dan Santo Gregorius ditinggalkan di dekat pagar luar museum saat mereka melarikan diri. Direktur Museum Messina, Marisa Mercurio, menegaskan bahwa sistem keamanan gedung sebenarnya berfungsi normal saat kejadian berlangsung.

"Kami sangat terpukul dengan apa yang terjadi karena lukisan itu merupakan karya paling penting dari Antonello da Messina," kata Marisa, dilansir Al Jazeera.

2. Karya seni langka yang selamat dari gempa bumi dahsyat

ilustrasi dampak gempa (unsplash.com/@oskaycaglar)

Karya yang dicuri meliputi tiga bagian panel kayu dari lukisan altar bertajuk Polittico di San Gregorio yang dibuat pada tahun 1473. Altar ini awalnya dibuat untuk biara Santa Maria dan menjadi satu-satunya karya Antonello yang tidak pernah meninggalkan kota kelahirannya.

Lukisan bersejarah tersebut pernah selamat dari gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,1 yang melanda Messina pada 1908. Bencana itu telah memusnahkan sebagian besar arsip sejarah dan karya seni berharga di wilayah tersebut.

Selain panel altar, pelaku juga mencuri satu lukisan kecil dua sisi yang menggambarkan Bunda Maria dan Bayi Yesus bersama seorang biarawan Fransiskan, serta sosok Kristus di sisi baliknya. Karya yang dibuat sekitar 1465 hingga 1474 ini dibeli oleh pemerintah kawasan Sisilia pada lelang Christie's tahun 2003.

Antonello da Messina lahir sekitar 1430 dan dikenal sebagai salah satu maestro terpenting pada awal era Renaisans Italia. Ia berperan dalam memperkenalkan teknik lukisan cat minyak ala Flemish ke Italia Selatan serta memadukannya dengan perspektif seni rupa yang presisi.

3. Kepolisian selidiki dugaan pesanan kolektor gelap

Pemerintah Kota Messina dan kepolisian kini memeriksa rekaman kamera pengawas untuk melacak jejak pelarian para pelaku. Aparat mendalami kemungkinan pencurian ini telah direncanakan matang sebagai aksi pesanan untuk pasar seni ilegal.

Pejabat Kebudayaan Messina, Enzo Caruso, menduga museum menjadi target setelah pemerintah Italia membeli lukisan Antonello berjudul Ecce Homo seharga 14,9 juta dolar AS (Rp265 miliar) pada awal tahun ini. Pembelian tersebut dinilai memicu lonjakan minat internasional dan menarik perhatian sindikat kriminal terhadap koleksi museum.

Pakar menilai lukisan maestro Renaisans sangat sulit dijual secara terbuka di pasar lelang resmi karena sudah terlalu dikenal luas. Karya curian semacam ini biasanya hanya beredar di pasar gelap atau dijadikan jaminan transaksi di antara organisasi kriminal. Pencurian ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah kepolisian Italia menemukan kembali tiga lukisan curian karya Renoir, Cezanne, dan Matisse di Parma.

"Mencuri karya Antonello mungkin jauh lebih mudah daripada menjualnya. Jika mereka hanyalah pencuri biasa, mereka akan segera menyadarinya—dengan menanggung akibatnya," kata Lynda Albertson, CEO asosiasi riset kejahatan seni ARCA, dilansir CNN.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article