Pemerintah Kota Messina dan kepolisian kini memeriksa rekaman kamera pengawas untuk melacak jejak pelarian para pelaku. Aparat mendalami kemungkinan pencurian ini telah direncanakan matang sebagai aksi pesanan untuk pasar seni ilegal.
Pejabat Kebudayaan Messina, Enzo Caruso, menduga museum menjadi target setelah pemerintah Italia membeli lukisan Antonello berjudul Ecce Homo seharga 14,9 juta dolar AS (Rp265 miliar) pada awal tahun ini. Pembelian tersebut dinilai memicu lonjakan minat internasional dan menarik perhatian sindikat kriminal terhadap koleksi museum.
Pakar menilai lukisan maestro Renaisans sangat sulit dijual secara terbuka di pasar lelang resmi karena sudah terlalu dikenal luas. Karya curian semacam ini biasanya hanya beredar di pasar gelap atau dijadikan jaminan transaksi di antara organisasi kriminal. Pencurian ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah kepolisian Italia menemukan kembali tiga lukisan curian karya Renoir, Cezanne, dan Matisse di Parma.
"Mencuri karya Antonello mungkin jauh lebih mudah daripada menjualnya. Jika mereka hanyalah pencuri biasa, mereka akan segera menyadarinya—dengan menanggung akibatnya," kata Lynda Albertson, CEO asosiasi riset kejahatan seni ARCA, dilansir CNN.