Presiden Donald Trump menyampaikan pidato dari Balkon Ruang Biru pada Piknik Kongres, Kamis, 12 Juni 2025, di Halaman Selatan Gedung Putih. (Foto Resmi Gedung Putih oleh Andrea Hanks)
Dulu Trump menang karena janjinya untuk membuat rakyat lebih kaya, tapi sekarang kenyataannya malah semakin membuat pusing:
Harga barang naik (Inflasi): 71 persen warga Amerika merasa Trump gagal ngurusin harga-harga yang makin mahal.
Harga bensin: Bahkan 45 persen pendukung setianya sendiri ngomel gara-gara bensin mahal.
Pajak impor (Tarif): Kebijakan andalan Trump ini malah dianggap gagal total sama 64 persen orang karena bikin harga barang jadi naik.
Mayoritas warga Amerika tidak butuh tabel atau grafik rumit untuk menilai kinerja ekonomi Trump, mereka merasakannya langsung di kasir supermarket dan pom bensin. Janji kampanye Trump untuk membuat hidup lebih murah justru berbenturan dengan kenyataan harga barang yang terus meroket (inflasi) dan harga bensin yang selangit.
Kebijakan tarif impor yang dulu dibanggakan Trump sebagai "senjata sakti" pun kini dianggap gagal total oleh masyarakat karena malah membuat harga kebutuhan sehari-hari makin mahal. Bagi mereka, teori ekonomi itu nomor sekian; kalau dompet makin tipis dan hidup makin susah, rasa percaya mereka ke pemerintah otomatis luntur.