Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Korban Penembakan Massal di Pennsylvania Termasuk Ibu Hamil dan Anak

3 min read
Korban Penembakan Massal di Pennsylvania Termasuk Ibu Hamil dan Anak
ilustrasi insiden penembakan (unsplash.com/Max Kleinen)
  • Penembakan massal di sebuah rumah di Erie, Pennsylvania, menewaskan sembilan orang, termasuk perempuan hamil dan anak-anak; pelaku ditemukan tewas akibat bunuh diri.
  • Polisi menemukan dua perempuan tertembak di jalan serta enam korban di dalam rumah, termasuk anak berusia lima tahun dan satu tahun; korban terdiri dari kerabat dan teman keluarga.
  • Motif penembakan masih diselidiki, sementara polisi mencatat kemungkinan faktor kesehatan mental dan riwayat pelaku dengan aparat; otoritas memastikan tidak ada ancaman lanjutan bagi publik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Penembakan massal terjadi di sebuah kediaman di Erie, Pennsylvania, Amerika Serikat, di mana polisi menemukan para korban pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Seorang pria menembak mati delapan orang, termasuk seorang perempuan hamil dan anak-anak, sebelum kemudian dia bunuh diri.

Pihak kepolisian mengonfirmasi total sembilan orang tewas, dengan pelaku ditemukan tewas di dalam rumah usai sempat terjadi kebuntuan dengan aparat. Korban tewas mencakup tujuh kerabat dan satu teman keluarga, kendati identitas mereka belum diumumkan secara terbuka oleh pihak berwenang.

  1. 1. Temuan korban tewas di luar dan dalam kediaman

    ilustrasi garis polisi
    ilustrasi garis polisi (pexels.com/cottonbro studio)

    Polisi mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 17.00 waktu setempat usai menerima laporan mengenai suara tembakan. Sejumlah saksi mata melaporkan kepada pihak berwenang bahwa mereka melihat pria bersenjata berada di luar properti sebelum melangkah ke dalam rumah. Setibanya di lokasi, petugas menemukan dua perempuan tewas tergeletak di jalan akibat luka tembak.

    Rekaman video memperlihatkan kedua perempuan tersebut tiba di rumah dalam kondisi panik, mondar-mandir di luar, menggedor pintu, dan berusaha memperingatkan para tetangga. Pihak berwenang meyakini pelaku keluar dari kediaman, sempat berbicara dengan kedua perempuan tersebut, lalu melepaskan tembakan ke arah mereka.

    Di dalam rumah, petugas menemukan enam korban tambahan, termasuk anak laki-laki berusia lima tahun dan anak perempuan berusia satu tahun. Aparat juga menemukan terduga pelaku yang tewas akibat luka tembak yang dilakukannya sendiri.

  2. 2. Pernyataan kepolisian terkait motif dan kondisi pelaku

    ilustrasi polisi
    ilustrasi polisi (pexels.com/Kindel Media)

    Kepala Kepolisian Erie, Rick Lorah, menegaskan dalam konferensi pers pada Sabtu (10/10/2026) bahwa masih terlalu dini untuk berspekulasi mengenai motif penembakan. Kendati demikian, Lorah mencatat masalah kesehatan mental kemungkinan memainkan peran dalam peristiwa ini. Dia juga menyebutkan pelaku memiliki riwayat dengan aparat penegak hukum, meski perincian riwayat tersebut belum diungkapkan.

    Terkait tindakan kedua perempuan sebelum ditembak, Lorah meyakini mereka telah menyadari adanya situasi mencurigakan di lokasi. "Mereka tahu ada sesuatu yang sedang terjadi di rumah itu. Kami harus mencari tahu apa itu," kata Lorah mengenai kedua korban perempuan tersebut.

    Lorah menggambarkan tempat kejadian perkara sebagai salah satu situasi paling memilukan yang pernah dihadapi petugas. Dilansir TRT World, Lorah menyampaikan duka mendalam atas hilangnya nyawa dalam insiden berdarah ini. "Hilangnya nyawa ini sangat menghancurkan dan situasi yang sedang kami tangani sangat meresahkan," tutur Lorah.

  3. 3. Penjelasan pemerintah kota dan catatan kasus senjata di AS

    ilustrasi senjata api
    ilustrasi senjata api (pexels.com/https://kaboompics.com/)

    Wali Kota Erie, Daria Devlin, menanggapi kritik mengenai lambatnya pemerintah kota membagikan rincian penembakan kepada masyarakat. Devlin menjelaskan anggota keluarga lain yang tinggal di rumah tersebut sedang tidak berada di tempat saat peristiwa berlangsung. Dilansir The Guardian, pihak berwenang memastikan tidak ada ancaman lanjutan bagi publik.

    Devlin menegaskan pihak berwenang berhati-hati agar keluarga korban tidak mendengar kabar duka dari media massa sebelum dihubungi langsung. "Kami tidak bisa membiarkan ini diterima melalui berita, mengenai jumlah orang, sebelum kami memiliki kesempatan untuk berbicara dengan mereka," ujar Devlin.

    Data Gun Violence Archive menunjukkan penembakan di Erie menandai sedikitnya pembunuhan massal ke-19 di Amerika Serikat sepanjang tahun ini. Lembaga arsip nonpartisan tersebut mendefinisikan pembunuhan massal sebagai insiden dengan empat korban tewas atau lebih di luar pelaku, dengan banyak kasus berupa pembunuhan anggota keluarga. Peristiwa di Erie ini juga menjadi bagian dari lebih dari 500 penembakan massal yang melanda Amerika Serikat sejak awal Januari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More