Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi perayaan Halloween (unsplash.com/Bruno Guerrero)
  • Rentetan penembakan massal selama akhir pekan Halloween di AS menewaskan sedikitnya 24 orang dan melukai 94 lainnya, dengan hampir 400 kasus tercatat sepanjang 2026.
  • Dallas menjadi lokasi paling mematikan: tiga penembakan dalam 75 menit di Deep Ellum menewaskan empat orang dan melukai 15 lainnya, sementara polisi menyelidiki keterkaitannya.
  • Penembakan juga terjadi di sekitar kampus, stadion, toko kostum, dan pesta malam; kerumunan perayaan serta keterbatasan pengawasan polisi memperbesar tantangan pencegahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Rentetan penembakan massal terjadi saat perayaan libur akhir pekan Halloween di berbagai negara bagian Amerika Serikat (AS) mulai Jumat (30/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026). Rentetan kekerasan senjata api dari California hingga Delaware menewaskan sedikitnya 24 orang dan melukai 94 lainnya.

Insiden berdarah tersebut terjadi di berbagai tempat keramaian, mulai dari kelab malam, toko kostum, luar stadion, hingga area sekitar kampus. Data arsip lembaga nirlaba Gun Violence Archive mencatat AS telah mengalami hampir 400 kasus penembakan massal sepanjang 2026, atau rata-rata lebih dari satu kejadian setiap hari.

1. Tiga penembakan beruntun guncang pusat hiburan malam Dallas

ilustrasi penembakan. (unsplash.com/Maxim Hopman)

Insiden paling mematikan berlangsung di distrik hiburan malam Deep Ellum, Dallas, Texas, pada Minggu dini hari. Tiga penembakan terpisah meletus dalam rentang waktu 75 menit hingga menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 15 lainnya.

Kepala Kepolisian Dallas, Daniel Comeaux, menyatakan jajarannya sebenarnya telah menambah personel patroli di kawasan padat bar dan restoran tersebut untuk mengamankan malam Halloween. Polisi telah menahan sejumlah orang di lokasi kejadian, tetapi belum memastikan apakah ketiga insiden itu saling berkaitan.

"Lokasi kejadiannya sangat luas dan menyebar. Kami sedang memeriksa beberapa orang yang telah ditangkap dan masih berusaha memastikan keterkaitannya dengan seluruh penembakan di sini," kata Comeaux, dilansir The Guardian.

Seorang saksi mata bernama Jessica Gamboa menggambarkan kepanikan warga saat suara tembakan beruntun menghentikan pesta Halloween di kawasan tersebut. Polisi terpaksa menutup sebagian jalanan Deep Ellum yang menyisakan tumpukan sampah setelah kerumunan warga berlarian menyelamatkan diri. Kawasan ini memang tengah mengalami lonjakan kriminalitas yang memaksa sedikitnya tujuh bar dan restoran tutup sepanjang 2026.

2. Kekerasan senjata api menyasar kawasan kampus dan toko kostum

ilustrasi penembakan (unsplash.com/Tsvetoslav Hristov)

Rentetan penembakan juga menyasar agenda olahraga dan pesta mahasiswa di sejumlah kota pendidikan. Di Birmingham, Alabama, dua penembakan di luar Stadion Legion Field usai pertandingan sepak bola Amerika antarkampus Magic City Classic pada Sabtu malam menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya. Wali Kota Birmingham, Randall Woodfin, mengonfirmasi penangkapan seorang remaja berusia 17 tahun yang membawa pistol berpelatuk modifikasi otomatis di dekat area pedagang kaki lima luar stadion.

Teror serupa melanda dua kota bernama sama, yakni Bloomington di Illinois dan Bloomington di Indiana, pada Minggu dini hari. Penembakan di dekat Universitas Illinois Wesleyan menewaskan seorang remaja perempuan berusia 19 tahun dan melukai tujuh orang, sedangkan tembakan di kerumunan dekat Universitas Indiana melukai tujuh warga. Insiden di sekitar lingkungan kampus juga menewaskan satu mahasiswa Universitas Colorado-Boulder di sebuah pesta rumah, serta melukai masing-masing enam orang di dekat Universitas Delaware dan Universitas Arkansas.

Selain area kampus, aksi penembakan turut meneror toko perlengkapan Spirit Halloween di California dan Michigan pada Jumat. Serangan terarah di sebuah mal di Fairfield, California, menewaskan seorang ibu hamil berusia 31 tahun bernama Constance Hages dan melukai enam pengunjung lainnya, sementara penembakan di cabang toko Madison Heights, Michigan, menewaskan seorang pria berusia 21 tahun.

"Ini tidak normal. Kita tidak boleh menerima kekerasan senjata sebagai bagian dari kehidupan di Delaware," ujar Gubernur Delaware, Matt Meyer, menyikapi dua insiden penembakan di wilayahnya yang menewaskan satu remaja dan melukai 14 orang, dilansir CNN.

3. Pesta malam dan peredaran senjata picu tingginya risiko kekerasan saat Halloween

ilustrasi polisi (unsplash.com/Kenny Eliason)

Serangan mematikan turut terjadi di sejumlah pesta perayaan malam Halloween di negara bagian lainnya. Di Jacksonville, Florida, dua penembakan terpisah yang dipicu perkelahian menewaskan seorang remaja perempuan berusia 17 tahun akibat peluru nyasar saat mengantre masuk pesta dan seorang pria berusia 20 tahun di sebuah pesta rumah, serta melukai 11 orang lainnya.

Aksi penembakan juga merenggut nyawa seorang pria dan perempuan di sebuah kelab malam di Jackson, Mississippi, setelah dua pria bertopeng ski melepaskan tembakan ke lantai dansa. Di Detroit, Michigan, peluru nyasar bahkan menembus dada seorang bocah perempuan berusia lima tahun yang masih mengenakan kostum Halloween saat bermain di ruang belakang rumahnya.

Para pakar menilai perpaduan antara kerumunan pesta kostum, konsumsi alkohol, narkoba, serta mudahnya akses senjata api kerap memicu lonjakan kekerasan saat Halloween. Kriminolog Universitas Northeastern, James Alan Fox, menyebutkan analisis data insiden FBI di Boston menunjukkan bahwa 31 Oktober merupakan hari paling berbahaya bagi anak di bawah umur karena mereka beraktivitas di luar rumah pada malam hari dan berinteraksi dengan orang asing.

Meski risiko lonjakan kejahatan telah terpetakan, para ahli mengakui aparat keamanan sangat sulit mencegah aksi penembakan di seluruh titik keramaian. Mantan Direktur Biro Statistik Kehakiman AS pada era pemerintahan Presiden Joe Biden, Alexis Piquero, menyoroti keterbatasan jangkauan pengawasan polisi selama malam perayaan tersebut.

"Polisi tidak bisa berada di dalam setiap bar. Mereka tidak bisa berjaga di setiap tempat parkir," tutur Piquero, dilansir The Straits Times.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article