Jakarta, IDN Times - Banyak warga Lebanon tetap diliputi kekhawatiran meskipun telah diumumkannya gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dengan kelompok Hizbullah. Mereka mengaku tidak percaya Israel akan mematuhi gencatan senjata tersebut.
Dilansir Al Jazeera, para pengungsi di ibu kota, Beirut, mengatakan bahwa sangat sedikit orang-orang yang mengemasi barang mereka dan pergi. Sebagian memilih menunggu hingga pagi hari untuk memastikan apakah gencatan senjata benar-benar bertahan sebelum pergi memeriksa rumah mereka.
“Kami akan tinggal di sini selama 10 hari penuh," kata Haytham Dandash, salah satu pengungsi. Ia menambahkan bahwa dirinya dan keluarganya akan pulang setelah diberlakukan perjanjian yang lebih panjang.
https://www.aljazeera.com/news/2026/4/16/displaced-lebanese-wary-as-ceasefire-between-israel-and-hezbollah-begins
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/arab-countries-welcome-israel-lebanon-ceasefire-back-exclusive-state-control-of-weapons/3908706
