Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Prabowo: Saya Terkejut dengan Mudahnya Orang Mengkritik Program MBG

Prabowo: Saya Terkejut dengan Mudahnya Orang Mengkritik Program MBG
Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 111 Jakarta pada Selasa (2/6/2026). (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Prabowo menyoroti kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis dan menilai sebagian kritik tidak mencerminkan realitas gizi masyarakat Indonesia yang masih menghadapi masalah stunting dan kekurangan gizi.
  • Ia menjelaskan bahwa lebih dari 100 negara telah menerapkan program serupa, sehingga kebijakan MBG bukan hal luar biasa melainkan langkah strategis untuk meningkatkan kesehatan dan daya saing bangsa.
  • Pemerintah juga memperluas kebijakan di sektor kesehatan, pendidikan, dan pengelolaan aset melalui layanan rumah sakit, pemeriksaan gratis tahunan, revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, serta pembentukan Danantara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyoroti kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah. Dia menilai sebagian kritik terhadap program tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi yang dihadapi masyarakat Indonesia.

Prabowo mempertanyakan mudahnya program MBG menjadi sasaran kritik di tengah berbagai persoalan gizi yang masih dihadapi masyarakat. Hal itu disampaikan dalam tulisannya yang dimuat majalah The Economist pada 10 Juni 2026.

"Pada saat tertentu, sebagian kritik tampak terlepas dari realitas yang dihadapi rakyat Indonesia pada umumnya. Saya terkejut, misalnya, dengan mudahnya orang mengkritik program makan bergizi gratis kami," kata Prabowo dikutip IDN Times, Rabu (10/6/2026).

1. Prabowo soroti stunting dan gizi ibu hamil

IMG-20260602-WA0044.jpg
Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 111 Jakarta pada Selasa (2/6/2026). (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Prabowo mengatakan persoalan stunting masih menjadi tantangan di Indonesia. Dia menyebut satu dari lima anak Indonesia mengalami stunting akibat kekurangan gizi.

Selain itu, menurutnya masih banyak ibu hamil dan balita yang belum mendapatkan asupan gizi memadai pada masa perkembangan yang penting. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah menjalankan program MBG.

"Karena bagi saya, sulit mengabaikan fakta bahwa satu dari lima anak Indonesia mengalami stunting akibat kekurangan gizi. Atau bahwa jutaan ibu hamil dan balita tidak memperoleh gizi yang memadai pada masa perkembangan manusia yang paling penting," tuturnya.

2. Program serupa diterapkan di banyak negara

IMG-20260602-WA0040.jpg
Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 111 Jakarta pada Selasa (2/6/2026). (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Prabowo menjelaskan program dukungan gizi dan makan sekolah bukan kebijakan yang hanya diterapkan Indonesia. Menurut dia, lebih dari 100 negara di dunia telah memiliki program serupa dalam berbagai bentuk.

Dia menilai program tersebut merupakan upaya untuk menjawab tantangan nasional yang berkaitan dengan kesehatan, produktivitas, dan daya saing masyarakat di masa mendatang, sehingga tidak dapat dipandang sebagai kebijakan yang luar biasa atau tidak lazim.

"Indonesia tidak sedang menjalankan sesuatu yang radikal atau tidak biasa. Kami sedang mengatasi tantangan nasional," ujar dia.

3. Prabowo juga jabarkan kebijakan di sektor lainnya

IMG-20250912-WA0020.jpg
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas Margaguna, Jakarta, Kamis (11/9/2025) (dok. BPMI Sekretariat Presiden)

Selain memperluas cakupan program MBG, pemerintahan Prabowo juga menjalankan berbagai program lain di bidang kesehatan, pendidikan, dan pengelolaan aset negara.

Beberapa program yang disebutkan antara lain peningkatan layanan rumah sakit, pemeriksaan kesehatan gratis tahunan bagi seluruh warga negara, revitalisasi sekolah, pendirian Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin, serta pembentukan Danantara.

"Kami menjanjikan program-program ini kepada rakyat Indonesia, dan kami telah bekerja keras untuk mewujudkan janji-janji tersebut," kata Prabowo.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More