ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem menyebut operasi ini sebagai dua penyandaran yang aman dan efektif dalam rentang waktu beberapa jam serta menjadi penyandaran berurutan yang terkoordinasi rapi terhadap dua kapal tanker “ghost fleet”. Ia menjelaskan awak USCGC Munro mengejar Marinera melintasi laut terbuka dan menghadapi badai berbahaya meski kapal tersebut berusaha mengelabui dengan mengganti bendera serta mengecat ulang nama di lambungnya. Noem juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi awak kapal yang dinilainya sebagai tindakan heroik.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menerangkan Marinera diperlakukan sebagai kapal tanpa kewarganegaraan karena mengibarkan bendera palsu. Konsekuensinya, awak kapal dapat dibawa ke AS untuk menjalani proses hukum apabila diperlukan. Leavitt menegaskan Presiden Donald Trump tetap berkomitmen menegakkan embargo terhadap seluruh kapal armada bayangan yang terlibat perdagangan terkena sanksi, meski hubungan pribadinya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin disebut terbuka, jujur, dan baik.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan bahwa penyitaan kapal tanker tersebut merupakan bagian dari strategi penstabilan Venezuela.
"Mereka memahami bahwa satu-satunya cara mereka dapat memindahkan minyak dan menghasilkan pendapatan dan tidak mengalami keruntuhan ekonomi adalah jika mereka bekerja sama dan bekerja sama dengan AS," katanya kepada wartawan, dikutip dari BBC.
Rubio juga memaparkan rencana pemerintahan AS yang mencakup tahap penstabilan, pemulihan, hingga transisi.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth melalui unggahan di X menegaskan blokade terhadap minyak Venezuela yang terkena sanksi dan dinilai terlarang tetap diberlakukan sepenuhnya di seluruh dunia. Kebijakan ini diambil setelah pasukan khusus AS berhasil menangkap presiden Venezuela Nicolás Maduro. Langkah tersebut ditujukan untuk membatasi ekspor minyak mentah dari negara itu. Trump sendiri menyebut Venezuela akan menyerahkan antara 30-50 juta barel minyak kepada AS.
Analis pasar minyak Emmanuel Belostrino dari Kpler mengungkap citra satelit dan laporan pelabuhan menunjukkan M/T Sophia membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah jenis Merey yang dimuat dari Terminal Minyak Jose di Venezuela. Komando Selatan AS melaporkan kapal armada bayangan tanpa kewarganegaraan itu ditangkap tanpa hambatan di perairan internasional Laut Karibia. Saat ini, Penjaga Pantai AS mengawal kapal tersebut menuju wilayah AS untuk penanganan lanjutan.