Pemilik klub Pose, Vyacheslav Khasanov (37), dihukum tujuh tahun penjara dan denda 1 juta rubel (Rp230, 06 juta). Sementara itu, manajer klub Diana Kamilyanova divonis enam tahun tiga bulan, dan direktur artistik Alexander Klimov menerima hukuman dua tahun tiga bulan penjara.
Majelis hakim menyatakan ketiganya melanggar undang-undang tentang pengorganisasian kegiatan ekstremis. Selain hukuman penjara, pengadilan menyita uang tunai milik Khasanov dan melarang ketiganya bekerja di bidang manajemen hiburan setelah bebas.
Dalam persidangan tertutup di Kota Orenburg, para terdakwa membantah dakwaan dan menyatakan akan mengajukan banding. Putusan ini langsung memicu reaksi keras dari sejumlah lembaga hak asasi manusia internasional.
"Kekhawatiran para aktivis hak asasi manusia kini menjadi kenyataan. Penegak hukum Rusia telah memulai kasus ekstremisme pertama terkait kelompok LGBT," ujar Direktur Amnesty International Rusia, Natalia Zviagina, dikutip dari The Guardian.