Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Atap Tempat Belajar di Pakistan Rubuh, 14 Anak Tewas

Atap Tempat Belajar di Pakistan Rubuh, 14 Anak Tewas
Garis polisi (unsplash.com/Jenn)
Intinya Sih
  • Atap tempat bimbingan belajar di Lahore, Pakistan runtuh saat renovasi lantai dua berlangsung, menewaskan 14 anak dan melukai beberapa lainnya.
  • Pemerintah dan tim penyelamat segera mengevakuasi korban, sementara para korban luka dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Lahore dengan biaya ditanggung pemerintah.
  • Polisi menahan pemilik gedung dan kontraktor atas dugaan kelalaian berat, serta pemerintah memerintahkan pemeriksaan kelayakan bangunan publik untuk mencegah insiden serupa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Atap sebuah tempat bimbingan belajar di Lahore, Pakistan timur, runtuh pada Selasa (30/6/2026). Insiden ini mengakibatkan sedikitnya 14 anak meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Pemerintah setempat segera menerjunkan tim penyelamat ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi para korban. Saat ini, pihak berwenang tengah menyelidiki dugaan kelalaian terkait kelayakan struktur bangunan tersebut.

1. Renovasi lantai dua menjadi penyebab runtuhnya atap

Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah tinggal di kawasan Kahna Nau yang dialihfungsikan menjadi tempat bimbingan belajar swasta tanpa izin resmi. Ketika kegiatan belajar sedang berlangsung, lantai atas bangunan tersebut ternyata sedang direnovasi.

Beban berat dari material bangunan serta aktivitas pekerja yang memasang ubin di lantai dua diduga membuat struktur beton yang rapuh kehilangan keseimbangan. Akibatnya, langit-langit semen runtuh dan langsung menimpa ruang kelas di bawahnya.

Warga sekitar menyebutkan bahwa kondisi fisik bangunan itu memang sudah tidak layak untuk menampung banyak orang.

"Kondisi atapnya memang sudah buruk. Saat anak-anak sedang belajar, di atasnya sedang ada pengerjaan pemasangan ubin," kata seorang warga setempat, Zaheer, dikutip dari Channel News Asia.

2. Mayoritas korban jiwa adalah anak-anak

Runtuhnya beton secara mendadak membuat puluhan murid terjebak di dalam ruangan. Warga sekitar bersama tim darurat dari kepolisian dan organisasi sosial Edhi segera bergotong-royong menyingkirkan puing-puing bangunan.

Sebagian besar korban yang meninggal dunia langsung dibawa ke kamar jenazah rumah sakit setempat. Sementara itu, korban yang terluka kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Lahore.

"Runtuhnya atap di Kahna Nau ini menewaskan 14 anak-anak, sedangkan lima lainnya mengalami luka-luka," ujar juru bicara layanan ambulans Edhi, dikutip dari Daily Sabah.

Selain belasan anak-anak, seorang guru perempuan berusia 30 tahun juga dilaporkan mengalami luka berat. Pemerintah memastikan seluruh biaya pengobatan para korban akan ditanggung sepenuhnya.

3. Polisi menahan pemilik gedung dan kontraktor

Kepolisian Punjab bergerak cepat dengan menahan pemilik tempat bimbingan belajar serta kontraktor yang bertanggung jawab atas proyek renovasi tersebut. Keduanya kini diperiksa intensif atas tuduhan kelalaian berat yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa tempat belajar informal tersebut tidak mengantongi izin operasional resmi dari dinas terkait. Pemerintah menegaskan akan menindak tegas semua pihak yang terbukti melanggar prosedur keselamatan.

"Jika terbukti ada kelalaian atau pelanggaran hukum, pihak yang bertanggung jawab pasti akan menghadapi tindakan hukum yang tegas," ucap Menteri Informasi Punjab, Azma Bokhari, dikutip dari The Hindu.

Pasca-insiden ini, Presiden Pakistan menginstruksikan jajarannya untuk memeriksa kelayakan struktur bangunan publik di wilayah padat penduduk guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More