Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Putin Akui Rusia Alami Kelangkaan BBM usai Diserang Ukraina

Putin Akui Rusia Alami Kelangkaan BBM usai Diserang Ukraina
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Putin mengakui Rusia mengalami kelangkaan BBM akibat serangan Ukraina yang merusak kilang minyak, menyebabkan antrean panjang dan gangguan bagi warga serta industri.
  • Pemerintah Rusia berencana melarang ekspor solar demi menjaga pasokan untuk sektor pertanian menjelang masa panen, sekaligus meminimalkan dampak serangan drone Ukraina.
  • Zelenskyy menegaskan serangan drone ke kilang minyak Rusia bertujuan melemahkan kemampuan perang Moskow dan mendorong negosiasi damai melalui operasi militer terkoordinasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengakui bahwa sejumlah wilayah di Rusia terdampak kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) imbas serangan Ukraina. Ia pun mengakui kelangkaan menyebabkan kesulitan bagi penduduk dan industri di Rusia.  

“Anda harus paham bahwa masalah yang dialami oleh pengemudi dan sejumlah bisnis memang ada. Sayangnya, memang masih ada antrean di stasiun pengisian BBM di Rusia,” terangnya, dikutip dari RFE/RL, Senin (29/6/2026). 

Sebelumnya, Rusia disebut akan mengimpor BBM dari Kazakhstan dan India. Rencana itu untuk mengurangi dampak kelangkaan BBM akibat kerusakan sejumlah kilang minyak.  

1. Rusia berencana memblokir ekspor solar

ilustrasi pom bensin Lukoil
ilustrasi pom bensin Lukoil (pexels.com/Ionuț Murariu)

Putin mengungkapkan bahwa pemerintah akan meminimalisir dampak serangan drone Ukraina. Ia menyatakan akan memastikan pasokan BBM untuk sektor pertanian aman dengan melarang ekspor solar. 

“Kami sudah mengurangi dampak serangan teroris yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil. Saat ini, kami sudah merencanakan larangan ekspor sepenuhnya untuk solar,” ungkapnya. 

Menurutnya, sektor pertanian saat ini sangat membutuhkan untuk memenuhi permintaan BBM dari industri agro. Sebab, sebentar lagi sudah memasuki masa panen. 

2. Putin mendorong penguatan pertahanan udara Rusia

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Council.gov.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Council.gov.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Pada saat yang sama, Putin mendorong penguatan pertahanan udara Rusia di infrastruktur penting, seperti logistik, kilang minyak, dan pabrik senjata. Langkah ini untuk mencegah dampak besar akibat serangan drone Ukraina. 

Menurutnya, tahap awal penguatan pertahanan udara dengan meningkatkan produksi sistem pertahanan udara. Namun, ia memastikan bahwa serangan Ukraina ini tidak akan berdampak apapun terhadap situasi di garis depan. 

Dilansir Deutsche Welle, Putin menolak proposal dari Ukraina untuk menghentikan serangan jarak jauh dan mendorong perjanjian perdamaian. Menurutnya, serangan Rusia ke Ukraina jauh lebih kuat dan berdampak besar. 

3. Ukraina berniat melemahkan kapabilitas perang Rusia

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President Of Ukraine from Україна, CC0, via Wikimedia Commons)
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President Of Ukraine from Україна, CC0, via Wikimedia Commons)

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa serangan drone di Kilang Minyak Slavyansk di Krasnodar adalah bagian dari serangan untuk melemahkan kapabilitas perang Rusia. Serangan Ukraina itu diketahui mampu mencapai jarak 300 km dari garis depan. 

Pekan lalu, Zelenskyy juga sudah meluncurkan operasi militer 40 hari yang dioperasikan oleh Badan Keamanan Ukraina (SBU) di sejumlah area di Rusia. Operasi militer ini disebut penting untuk memaksa Moskow melanjutkan negosiasi damai. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More