Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pertemuan Menlu ASEAN Dimulai Serukan Bersatu Lawan Gejolak Geopolitik
Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) di Manila, Filipina. (Dok. ASEAN Secretariat)
  • Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN di Manila dibuka dengan ajakan memperkuat persatuan menghadapi ketidakpastian geopolitik dan konflik global yang terus meningkat.
  • Menlu Filipina menegaskan pentingnya prinsip kerja sama, saling menghormati kedaulatan, serta penyelesaian damai sebagai fondasi stabilitas kawasan melalui Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama.
  • Para menteri membahas isu Myanmar, Laut China Selatan, serta dampak konflik global terhadap perdagangan dan energi, yang hasilnya akan menjadi rekomendasi untuk KTT ASEAN November mendatang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Para menteri dari negara ASEAN kumpul di Manila, Filipina. Mereka mau kerja sama supaya tidak berantem dan bisa bantu satu sama lain. Menteri Filipina bilang dunia sekarang banyak masalah dan harus cari jalan bareng-bareng. Mereka juga bahas soal Myanmar, laut yang diperebutkan, dan hubungan dengan negara lain. Pertemuan masih berjalan sekarang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Ministers’ Meeting/AMM) resmi dibuka di Manila, Filipina, Selasa (21/7/2026). Pertemuan tahunan tersebut diawali dengan seruan agar negara-negara anggota memperkuat persatuan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, ketegangan maritim, serta berbagai konflik yang masih berlangsung di kawasan maupun dunia.

Menteri Luar Negeri Filipina Ma. Theresa P. Lazaro mengatakan ASEAN perlu merespons berbagai tantangan tersebut, melalui langkah-langkah nyata dan kerja sama yang semakin erat antarsesama negara anggota.

Menurut Lazaro, situasi global saat ini menuntut ASEAN untuk tidak hanya bereaksi terhadap perkembangan yang terjadi, tetapi juga aktif mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi kawasan.

“Ada urgensi yang sangat besar terhadap pekerjaan kita,” kata Lazaro saat membuka AMM ke-59.

1. Filipina ajak ASEAN cari solusi bersama

Menlu Filipina Theresa P. Lazaro membuka Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM). (Dok. ASEAN Secretariat)

Dalam pidato pembukaannya, Lazaro mengatakan, dunia saat ini berada dalam situasi yang penuh gejolak, ketidakpastian, dan sulit diprediksi. Karena itu, ia mengajak seluruh negara anggota ASEAN untuk mengedepankan penyelesaian masalah secara aktif melalui solusi yang kreatif, termasuk dalam isu-isu yang paling kompleks.

“Kita harus mencari solusi kreatif dan jalan keluar yang dapat diterapkan, bahkan dalam situasi yang paling sulit dan pembahasan yang paling kompleks,” ujarnya.

Mengusung tema keketuaan ASEAN Filipina 2026, Navigating Our Future, Together, Lazaro menegaskan ASEAN harus mampu menentukan arah kawasan secara bersama.

“Kita tidak hanya mengikuti arus, tetapi mengemudikan kapal saat menentukan arah perjalanan kita,” katanya.

2. ASEAN tegaskan sentralitas dan prinsip kerja sama

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn. (Dok. ASEAN Secretariat)

Lazaro juga menyoroti 50 tahun Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (Treaty of Amity and Cooperation/TAC), yang dinilainya tetap menjadi landasan penting bagi stabilitas kawasan. Menurutnya, prinsip saling menghormati kedaulatan, tidak mencampuri urusan dalam negeri, dan penyelesaian sengketa secara damai masih relevan di tengah dinamika global saat ini.

“TAC merupakan jangkar paling andal bagi ASEAN,” ujar Lazaro.

Ia menegaskan tidak ada satu negara pun yang mampu menghadapi berbagai tantangan global sendirian.

“Dalam lanskap global yang terpecah, tidak ada satu negara pun yang dapat menghadapi badai ini sendirian. Kekuatan dan ketahanan kita terletak pada komunitas kita. Jika kita tidak melangkah bersama, kita berisiko terpecah,” katanya.

3. Bahas Myanmar hingga Laut China Selatan

Menlu RI Sugiono menghadiri Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM). (Dok. ASEAN Secretariat)

Selama pertemuan yang berlangsung hingga 24 Juli 2026, para menteri luar negeri ASEAN dijadwalkan meninjau perkembangan kerja sama di pilar politik-keamanan, ekonomi, dan sosial budaya ASEAN. Hasil pembahasan tersebut nantinya akan menjadi rekomendasi bagi para pemimpin ASEAN pada KTT ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

Selain itu, berbagai isu keamanan kawasan diperkirakan menjadi agenda utama pembahasan, termasuk upaya menghidupkan kembali inisiatif perdamaian ASEAN di Myanmar, perundingan kode etik Laut China Selatan dengan China, serta dampak konflik global terhadap jalur perdagangan dan ketahanan energi.

Rangkaian AMM ke-59 juga mencakup pertemuan ASEAN dengan negara-negara mitra melalui ASEAN Plus Three, East Asia Summit (EAS), dan ASEAN Regional Forum (ARF), yang akan dihadiri antara lain oleh Amerika Serikat, China, Rusia, Jepang, India, serta Uni Eropa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article